Walaupun Ibu kembali bekerja setelah cuti hamil berakhir, bukan berarti Ibu harus berhenti memberikan ASI eksklusif untuk si kecil. Manfaat ASI yang begitu banyak patut jadi pertimbangan saat Ibu memutuskan apakah akan tetap memberikan ASI untuk si kecil atau tidak setelah Ibu bekerja. Keuntungan tetap memberikan ASI Eksklusif untuk si kecil setelah Ibu kembali bekerja adalah:

  • Tetap memberikan nutrisi terbaik untuk si kecil
  • Memungkinkan Ibu untuk tetap menyusui si kecil secara langsung saat Ibu bersama si kecil
  • Menjaga kedekatan Ibu dan si kecil walaupun Ibu bekerja
  • Menghemat uang
  • Menghindari resiko kesehatan yang sering diasosiasikan dengan susu formula
  • Ibu akan lebih rutin bekerja, karena bayi yang diberi ASI eksklusif lebih jarang sakit

Bila Ibu akan tetap memberikan ASI eksklusif setelah Ibu kembali bekerja, simak tips di bawah ini untuk lancarnya proses menyusui Ibu.

  1. Menjaga komitmen. Menyusui sebagai wanita bekerja tidak mudah. Saat sedang sibuk, kadang Ibu tidak sempet meluangkan waktu untuk memompa ASI. Akibatnya, payudara menjadi terlalu penuh, dan ASI keluar di saat yang tidak diinginkan. Tapi teruslah mencari cara agar komitmen Ibu memberikan ASI eksklusif tetap berjalan. Ibu pasti bisa!
  2. Segera memulai proses menyusui setelah si kecil lahir. Pada awal pengenalan si kecil terhadap proses menyusui, Ibu mungkin akan menghadapi beberapa masalah seperti puting lecet, penyumbatan saluran ASI, dan lain sebagainya. Jadi mulailah proses pengenalan si kecil terhadap proses menyusui sesegera mungkin, agar ketika saatnya Ibu kembali bekerja, Ibu dan si kecil sudah terbiasa dengan proses menyusui dan Ibu tidak akan menghadapi masalah apapun.
  3. Siap menyesuaikan diri. Menyusui sebagai wanita bekerja berarti siap menghadapi berbagai perubahan, terutama karena bayi memiliki kebutuhan yang berbeda-beda di setiap tahap pertumbuhannya. Ibu harus siap untuk beradaptasi dengan cepat, karena apa yang bisa Ibu lakukan minggu lalu mungkin tidak akan berhasil hari ini. Bila rencana Ibu tidak berhasil, Ibu harus siap mempertimbangkan pilihan yang mungkin tidak terpikirkan sebelum Ibu memiliki anak: berhenti bekerja, mencari pekerjaan yang lebih ramah keluarga, atau bahkan memulai bisnis keluarga.
  4. Memilih penjaga anak yang pro ASI dan sudah terbiasa memberikan ASI dalam botol kepada bayi. Proses pencarian penjaga anak ini bisa dimulai sejak Ibu masih cuti hamil. Bila penjaga anak yang Ibu dapatkan belum pernah memberikan ASI dalam botol kepada bayi, Ibu harus telaten mengajarkannya cara menyimpan ASI, menyiapkan ASI, dan lain sebagainya.
  5. Membiasakan diri dengan breast pump Ibu. Ibu membutuhkan waktu untuk terbiasa dengan breast pump Ibu untuk mendapatkan jumlah ASI yang banyak saat memompa ASI. Jadi mulailah memompa ASI dengan breast pump saat Ibu masih cuti hamil.
  6. Membiasakan si kecil minum dari botol, mulai dari beberapa minggu sebelum Ibu mulai bekerja. Tapi hindari memberikan ASI dalam botol kepada si kecil saat dia masih berumur kurang dari 3 minggu. Untuk menghindari bingung puting, usahakan juga Ibu tetap menyusui si kecil secara langsung pada malam hari, agar si kecil tetap terbiasa dengan payudara Ibu
  7. ‘Peralatan perang’ seorang wanita bekerja yang menyusui sangat banyak, mulai dari botol susu, breast pump, sampai cooler bag untuk menjaga kesegaran ASI selama perjalanan dari kantor ke rumah. Siapkan peralatan perang ini di malam hari untuk menghindari kerepotan di pagi hari dan mencegah ada peralatan yang tertinggal.
  8. Di hari kerja, usahakan untuk menyusui si kecil secara langsung sesering mungkin. Misalnya, pagi hari sebelum mama berangkat kerja, sore hari, dan sebelum tidur. Bila hal ini tidak memungkinkan, gantikan proses menyusui secara langsung ini dengan pemompaan ASI, agar payudara Ibu tidak terlalu penuh dan stok ASI untuk si kecil terus mencukupi
  9. Selalu menyusui secara langsung saat Ibu tidak bekerja. Selain untuk menghindari bingung puting, hal ini juga berguna untuk menjaga produksi ASI Ibu
  10. Jaga kesehatan Ibu. Saat menghadapi tuntutan pekerjaan dan merawat bayi, Ibu mungkin akan merasa stress. Usahakan agar Ibu tetap mendapatkan waktu luang untuk Ibu sendiri,. Tetap mengkonsumsi makanan yang sehat, serta meminta bantuan orang lain untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga bila Ibu merasa terlalu lelah untuk mengerjakannya.

  Sumber http://www.askdrsears.com/topics/breastfeeding/while-working/20-tips-working-and-breastfeeding http://www.workandpump.com/  

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+