Saat menjalani kehamilan tentu Ibu ingin menghilangkan kejenuhan dan lari sejenak dari rutinitas. Salah satu cara melakukannya adalah dengan berlibur dengan sang Ayah. Kegiatan traveling atau berlibur saat hamil ini disebut juga dengan istilah “babymoon”, kurang lebih sama artinya dengan honeymoon, tapi dilakukan saat Ibu sedang hamil.

Bagi kebanyakan wanita, melakukan perjalanan pada trimester kedua tidak hanya aman untuk dilakukan, tapi juga jadi kesempatan romantis untuk berdua saja dengan sang Ayah sebelum kehadiran si kecil. Tentu saja sebelum melakukan perjalanan ini, Ibu memerlukan izin dari dokter kandungan. Bila Ibu memiliki diabetes, darah tinggi atau masalah medis lainnya, besar kemungkinan Ibu tidak diperbolehkan melakukan perjalanan jauh apalagi hingga ke luar kota.

Simak beberapa tips untuk traveling sehingga perjalanan tetap menyenangkan dan kehamilan Ibu tetap sehat.

Rencanakan perjalanan santai

Lebih baik Ibu memilih rencana perjalanan sendiri daripada mengikuti jadwal rombongan tour, karena biasanya rombongan tour memiliki jadwal yang padat sehingga mudah membuat Ibu lelah.  Sesuaikan perjalanan dengan kondisi Ibu, daripada wisata belanja atau mengunjungi obyek wisata lainnya, pilih kegiatan spa, membaca di pinggir kolam atau sekedar bermalam di kamar hotel.

Bawa cemilan dan makanan sehat sendiri

Ibu memang pergi berlibur, tapi bayi Ibu tetap bekerja keras untuk tumbuh dan berkembang, oleh karena itu Ibu tetap membutuhkan nutrisi yang sehat dan tepat. Kadang di perjalanan, Ibu merasa lapar dan ingin mengemil, tapi daripada jajan sembarangan di pinggir jalan, sebaiknya Ibu siapkan cemilan sehat dan terjamin kebersihannya.  Biskuit gandum, kacang rebus atau panggang atau potongan buah bisa jadi pilihan.

Jangan lupa bawa perlengkapan kehamilan

Bawa perlengkapan kehamilan yang Ibu butuhkan, seperti: vitamin kehamilan dalam jumlah cukup, susu bubuk untuk berjaga-jaga jika di perjalanan Ibu kesulitan mendapatkan susu segar, obat-obatan anti mabuk perjalanan (tentu saja dengan persetujuan dokter), buku kehamilan untuk membaca jika Ibu mengalami gejala kehamilan tertentu, desinfektan untuk membersihkan dudukan toilet di toilet umum. Ibu juga memerlukan sepatu atau sendal yang longgar, karena seringkali dalam perjalanan lama, kaki Ibu hamil bisa membengkak dari ukuran biasanya.

Miliki nama dan nomor telepon dokter obstetric setempat

Ibu bisa melalukan riset dan browsing internet mengenai rumah sakit atau klinik obstetri ginekologi di tempat tujuan untuk berjaga-jaga jika Ibu membutuhkan tindakan gawat darurat. Jika Ibu hendak menginap di hotel, pastikan hotel tersebut memiliki layanan kesehatan atau paling tidak jaraknya dekat dari fasilitas kesehatan seperti klinik atau rumah sakit.

Mencegah sembelit

Perubahan jadwal karena jet lag atau menu makanan baru dapat memperparah masalah sembelit yang sering dialami Ibu hamil. Untuk menghindari masalah ini, pastikan Ibu memperhatikan tiga hal penting: olahraga, cairan dan serat.  Walau di perjalanan, sempatkan untuk melakukan peregangan dan olah raga ringan, banyak minum dan cukupi asupan serat dari sayur atau buah.

Jangan menahan buang air kecil

Menahan hasrat buang air kecil dapat menimbulkan infeksi saluran kemih. Segeralah pergi ke kamar kecil. Pilih metode perjalanan yang memiliki sarana toilet, baik itu kereta, bus atau pesawat terbang. Jika Ibu akan mengendarai mobil, pastikan jalurnya melewat tempat peristirahatan dengan fasilitas toilet umum.

Pakai kaus kaki atau stocking

Dalam perjalanan panjang, Ibu akan lebih banyak duduk. Pakailah kaus kaki atau stocking untuk menjaga peredaran darah pada kaki sehingga Ibu terhindar dari resiko varises.

Have a nice holiday and safe travel, Ibu.

 

Sumber: Kehamilan: Apa yang Anda Hadapi Bulan per Bulan (Arlene Eisenberg, Heidi E. Murkoff, Sandee E, Hathaway B.S N)    

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+