Jadilah Ayah yang baik, tegas, dan disiplin untuk anak anda.

Banyak Ayah yang berasumsi untuk mendisiplinkan anak berarti harus marah, berteriak, mengancam, atau bahkan memukul anak jika berbuat salah. Disiplin bisa diterjemahkan dalam banyak cara dan diterapkan dengan yang berbeda oleh seorang Ayah.

Sebagian besar Ayah mungkin dibesarkan dengan orang tua laki-laki yang bekerja dan pulang sampai larut malam, dan sebagian besar waktu dihabiskan dengan Ibu. Mungkin dulu (bahkan sampai sekarang) kita sering mendengar ancaman seorang Ibu “Tunggu sampai Ayah kamu pulang!”  Sebuah contoh dimana seorang Ayah diberi label “penghukum”. Konsekuensinya Ayah sekarang mungkin tidak terbiasa dengan cara mendidik anak yang tanpa melibatkan teriakan atau hukuman.

Dalam mendidik anak, seorang Ayah harus konsisten, tegas dan disiplin. Menjaga konsistensi sebagai orang tua tidaklah mudah, apalagi jika pasangan Anda mempunyai sifat yang berbeda dengan Anda.

Sebagai seorang anak akan kebingungan jika salah satu orang tuanya serba membolehkan sedangkan yang lain keras dan tegas. Seorang anak akan dengan cepat memahami jika kedua orang tua mereka mempunyai peraturan yang berbeda dan secara alami akan mulai menggunakan hal tersebut menjadi senjatanya. Jadi sebagai Ayah, tetapkan metode menjadi orang tua Anda sejak dini, dan lakukan dengan konsisten.

Hal tersebut akan memudahkan seorang anak untuk memenuhi ekspektasi Anda sebagai orang tua. Dengan pemahaman diatas, membangun sebuah hubungan yang terpercaya dengan seorang anak adalah kunci dalam mendidik anak dengan disiplin.

Di bawah ini ada 5 tips yang untuk Ayah dalam mendidik anak untuk menjadi disiplin:

  1. Jadilah Ayah yang tegas, baik dan terhormat dalam menetapkan batasan-batasan untuk anak.
  2. Cobalah untuk lebih sering untuk menjawab “iya” daripada “tidak”. “Iya kamu boleh makan biskuit, tapi setelah makan ya”
  3. Gunakan cara berpikir yang logis untuk memperbaiki sikap anak. “Kalo kamu masih meletakkan sepedamu di luar sekali lagi, Ayah akan simpan sepeda kamu di dalam garasi seminggu ya”. Dan kemudian lakukan hal tersebut.
  4. Jadilah sosok yang pernuh dengan integritas. Anak Anda akan belajar lebih banyak dengan melihat sikap Anda daripada ucapan Anda saja.
  5. Jika mungkin, adakan rapat keluarga dalam waktu-waktu tertentu untuk semua anggota keluarga dapat share ide ataupun saran. Fokusnya adalah bagaimana agar keluarga semakin dekat, bukan waktu untuk mengoreksi ataupun malah timbul konflik.

Jadilah panutan. Menjadi seorang Ayah yang efektif dan penuh kasih sayang adalah salah satu penghargaan terbesar seorang laki-laki. Jika Anda membangun hubungan yang kuat dan penuh percaya, Anda akan mendapatkan sebuah legacy yang dapat Anda banggakan seumur hidup.  

Source: http://shine.yahoo.com/parenting/discipline-kids-5-tips-dads-213100906.html  

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+