Ibu yang sedang hamil dan baru melahirkan punya berbagai kelas untuk mempersiapkan diri menghadapi hadirnya si kecil, mulai dari kelas ibu hamil sampai konsultasi laktasi. Tapi bagaimana dengan Ayah yang sedang menanti kehadiran si kecil? Ayah kan butuh pengetahuan juga? Kelas untuk calon Ayah atau Ayah baru memang belum banyak di Indonesia.

Tapi di Amerika Serikat ada program yang bernama Boot Camp for New Dads yang tersebar di 50 rumah sakit di Amerika Serikat. Tujuan kelas ini adalah membantu Ayah baru untuk bisa segera berinteraksi dengan si kecil. Di kelas ini para calon Ayah bisa bertanya apapun seputar si kecil, mulai dari cara menggendong bayi, sampai cara mengganti popok. ‘Staf pengajar’-nya adalah Ayah yang sudah ahli, alumni kelas Boot Camp for New Dads ini yang sudah sukses menerapkan hasil pelajarannya ke anak mereka masing-masing.

Berikut ini adalah tips dari Boot Camp for New Dads untuk membantu Ayah saat pertemuan pertama dengan si kecil:

  • Jangan ragu untuk meminta bantuan perawat di rumah sakit untuk mengajarkan Ayah berbagai hal dasar seperti mengganti popok, memandikan, serta menggendong si kecil. Jadi begitu Ayah, Ibu, dan si kecil kembali ke rumah, Ayah sudah siap dengan keahlian dasar untuk mulai berinteraksi dengan si kecil. Ibu pun pasti akan sangat berterima kasih atas bantuan Ayah
  • Rileks saja dan jangan terlalu gugup. Mengurus bayi sedikit mirip dengan belajar naik sepeda: Ayah tidak punya pilihan lain selain mencoba langsung. Semakin sering Ayah mengganti popok, menggendong bayi, dan berinteraksi dengan si kecil, semakin cepat Ayah merasa nyaman dengan si kecil, dan sebaliknya.
  • Tetaplah sabar dan berpikiran positif terhadap Ibu. Dia baru saja melahirkan seorang bayi dan mungkin belum sepenuhnya pulih, tapi sudah harus berurusan dengan kegiatan mengurus bayi yang melelahkan. Bantu Ibu sebisa mungkin, dan tunjukkan perhatian Ayah terhadap Ibu.
  • Habiskan waktu berdua dengan si kecil, terutama pada bulan pertama. Bila dia menangis, jangan langsung serahkan dia kepada Ibu ataupun orang lain. Jangan biarkan pula orang lain mengambil alih si kecil saat dia menangis. Biasakan diri Ayah dengan tangisan si kecil, sehingga lama kelamaan Ayah akan menemukan celah untuk menghentikan tangisnya. Lama kelamaan Ayah akan menjadi sang ahli dalam menenangkan tangisan si kecil!
  • Ayah dan Ibu baru biasanya lebih senang menghabiskan waktu di rumah bersama si kecil. Tapi sekali-kali Ayah, Ibu, dan si kecil juga bisa jalan-jalan bersama. Tak usah takut Ayah akan mengganggu jadwal tidur si kecil. Di bulan-bulan awal, si kecil biasanya bisa tidur di mana saja. Jalan-jalan singkat akan membantu Ayah dan Ibu menghindari rasa bosan dan terkurung di rumah.
  • Tangisan adalah satu-satunya cara si kecil berkomunikasi. Tapi mengartikan tangisan si kecil tidaklah mudah. Ketika si kecil menangis tanpa henti dan Ayah merasa nyaris frustrasi, tarik nafas dalam-dalam dan bersabarlah. Tapi sadari juga keterbatasan Ayah. Tidak ada masalah bila Ayah merasa perlu menyerahkan si kecil kepada orang lain untuk beristirahat sebentar.
  • Kontak mata dengan si kecil adalah salah satu cara berinteraksi dengan si kecil yang paling mudah. Lakukan hal ini sambil mengajaknya ngobrol. Hal ini akan sangat membantu Ayah menghabiskan waktu bersama si kecil.
  • Ingat saja, masa-masa sulit ketika si kecil menangis tanpa henti akan segera berlalu. Sebelum Ayah sadari, dia akan tumbuh dewasa, bisa mengkomunikasikan keinginannya, dan petualangan baru pun dimulai
  • Jadikan kebiasaan harian Ayah untuk bermain dengan si kecil, mulai dari bermain cilukba, membacakannya cerita, sampai bernyanyi untuk si kecil. Banyak Ayah yang bilang bahwa tidak ada yang lebih menenangkan dibandingkan mendapati si kecil tertidur di pelukan Ayah. Mungkin hal ini terdengar sentimentil, tapi Ayah akan merasakannya sendiri saat si kecil telah lahir.

Walaupun di Indonesia belum banyak kelas parenting khusus untuk Ayah, tapi bersyukurlah atas adanya teknologi bernama internet. Carilah informasi seputar keahlian dasar untuk merawat bayi dari berbagai situs parenting dalam atau luar negeri. Selain itu, tambah terus pengetahuan Ayah dari kerabat atau teman yang sudah lebih berpengalaman.

Selamat berpetualang dengan si kecil!  

Sumber: http://www.babycenter.com/0_boot-camp-for-new-dads_3598.bc?page=2 http://dadsadventure.com/ramping-up-to-birth/getting-ready-for-your-baby/  

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+