Search logo Menu logo

Live Chat Bersama Ahli

Anna Surti Ariani

Atasi Cemas Jelang Persalinan?

Anna Surti Ariani Ahli Psikologi Anak
Live Chat

Hai Mama, Live Chat kali ini sudah ditutup ya. Terima kasih bagi Mama yang sudah berpartisipasi. Bagi Mama yang pertanyaannya belum dijawab harap ditunggu, akan segera dijawab oleh Anna Surti Ariani. Ditunggu juga pengumuman 10 pemenang yang akan mendapatkan paket eksklusif dari Lactamil.

Sejarah Live Chat Member Lainnya
  • vebby melia
    vebby melia
    Selamat siang Mama Care dan Dokter...
    Dok, begitu banyak ibu hamil yg cemas menjelang persalinannya, begitu jg dengan saya, kalo yg saya rasakan terlalu banyak mencemaskan yg akan terjadi akan memperburuk mental saya menjelang persalinan. Apa yg sebaiknya saya lakukan agar saya bs selalu berpikiran positif dan rileks menjelang persalinan dok? Dukungan seperti apa yang suami dan keluarga lakukan agar menjelang dan disaat persalinan nanti saya merasa lebih nyaman dok? Sebenarnya faktor apa saja yg mempengaruhi psikologis disaat hamil dan menjelang persalinan?dan bagaimana cara mengatasinya? dan apa efek/resiko yg terjadi jika ibu hamil dan ibu yang menjelang persalinan ug mengalami kecemasan yg berlebihan?
    Sekian pertanyaan saya,terima kasih dokter :)
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Hai Mama Vebby, terimakasih atas pertanyaannya ya. Saya psikolog nih, bukan dokter, jadi saya jawab pertanyaan psikologis ya.

      Jika Mama punya banyak pikiran yang mencemaskan, janganlah disimpan sendirian. Mama perlu mengeluarkannya, misalnya dengan menulis di buku harian, atau merekam suara di HP, atau dengan membicarakannya alias curhat kepada papa atau sahabat. Mengeluarkan kecemasan akan membuat energi negatif berkurang dan digantikan dengan energi positif, misalnya menjadi lega dan tenang.

      Tentu saja papa dapat membantu, misalnya dengan mendengarkan curhat Mama tanpa menghakimi dan tak harus mencarikan solusi. Papa juga dapat menenangkan dengan meyakinkan adanya fasilitas yang sudah disiapkan untuk mama dan si kecil, juga mencarikan dokter dan rumah sakit terbaik yang sesuai kemampuan.

      Kondisi psikologis selama hamil dan bersalin dipengaruhi oleh begitu banyak hal. Ada pengaruh dari diri sendiri seperti secara hormonal ataupun kondisi kesehatan tubuh. Ada pula pengaruh eksternal seperti kondisi rumah sakit, tenaga kesehatan, ataupun dukungan keluarga. Semakin positif semua faktor di atas, tentunya kecemasan cenderung minim dan dapat membuat Mama lebih rileks menjalani proses bersalin.

      Jika kecemasan Mama terlalu tinggi selama persalinan, dapat membahayakan mama dan si kecil. Detak jantung dan tekanan darah jadi meninggi, napas jadi lebih sesak padahal Mama butuh lebih banyak oksigen buat diri sendiri maupun si kecil, terkadang jadi dibutuhkan penanganan khusus tambahan yang awalnya tak perlu, dan itu kadang menambah biaya. Oleh karena itu Mama perlu belajar teknik relaksasi misalnya lewat kelas prenatal yang diikuti. Mama juga perlu lebih banyak berserah kepada-Nya, sehingga lebih tenang dalam menjalani proses melahirkan. Semoga menjawab, Ma!

    • Live Chat sudah selesai.

  • Febrina
    Febrina
    Mama Anna, saat ini kakak saya hamil 6 bulan dan mengalami sakit cacar air. Dokter menginformasikan janin masih bisa dipertahankan sesuai prediksi kelahiran dan bayi akan lahir sehat. Namun kakak saya mengalami cemas berlebih karena jika melahirkan saat ini resiko bayi sangat besar karena lahir premature dan terlalu dini. Dan jika melahirkan sesuai prediksi kelahiran akan lahir cacat. Bagaimana cara menenangkan kondisi psikis kakak saya dan cara mengatasi kecemasannya?
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Hai Mama Febi,

      Apabila kakak mengalami gangguan dalam proses kehamilan, seperti yang saat ini dialami, menjadi wajar ia lebih cemas dibanding biasanya. Bahkan tanpa gangguan pun kakak bisa mengalami peningkatan kecemasan, apalagi ia sakit seperti ini. Oleh karena itu sebagai adik, salah satu hal pertama yang perlu dilakukan adalah memahami kondisinya, dan menenangkannya.

      Bagaimana cara menenangkannya? Bantu carikan informasi tentang efek cacar air bagi mama hamil dan si kecil dalam kandungan. Carikan informasi yang memberikan masukan positif, jangan hanya mencarikan yang menakut-nakuti saja. Bagaimanapun masih ada peluang si kecil lahir sehat kok, bukan pasti jadi prematur atau cacat. Jika mungkin, carikah second opinion, misalnya dengan mengajak kakak berkonsultasi kepada dokter kandungan yang berbeda ataupun di rumah sakit berbeda.

      Jika kakak bisa diajak ke psikolog, kakak bisa dibantu untuk menenangkan diri dan mengatasi kecemasannya. Selain itu kakak juga dapat dibantu untuk menerima seperti apapun anaknya kelak. Ibaratnya, kalaupun si kecil lahir cacat, bukankah ia tetap anaknya? Bukankah ia tetaplah anugerah Tuhan yang tak terhingga untuk kakak?

      Yakinkan kakak bahwa Tuhan punya peran amat sangat besar dalam kasus ini. Jadi banyaklah ajak kakak berdoa memohon yang terbaik. Apapun yang terjadi kelak, mohonlah untuk dikuatkan dan dilancarkan dalam menjalaninya.

      Satu lagi yang terakhir, untuk dapat menenangkan kakak, tentu Mama Febi juga harus tenang dulu. Kalau Mama Febi justru terlalu khawatir, maka aura kecemasan tersebut akan menular dan pada akhirnya lebih sulit membuat tenang. Jadi, tenangkan diri dulu ya sebelum menenangkan kakak. Semoga bisa menenangkan kakak!

    • Live Chat sudah selesai.

  • Winarni
    Winarni
    Selamat siang dok,
    Memang tidak mudah mengatasi Dan menghilangkan rasa cemas jelang persalinan. Alhasil saya pernah mengalaminya salah satunya tekanan Sarah saya baik drastis, yg biasanya selalu normal.
    Sebenarnya adakah cara yg dapat mengatasi rasa cemas itu agar tidak berlebihan dok?
    Adakah tanda lain seorang bumil mengalami rasa cemas?
    Berdampak negatifkah bila rasa cemas tak kunjung reda terhadap janin yg dikandung. Terima kasih
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Hai Mama Winarni Adji,

      Saya psikolog bukan dokter nih, jadi saya jawab secara psikologis ya.

      Sebetulnya kecemasan bukan dihilangkan seluruhnya, karena akan berguna untuk membuat kita lebih siaga terhadap hal-hal yang perlu diwaspadai. Contohnya, jika ketuban sudah pecah, tentunya Mama tak boleh terlena, namun harus segera ke rumah sakit untuk bersiap dengan proses persalinan. Walaupun demikian kecemasan terlalu tinggi kadang berdampak buruk pada kehamilan dan proses kelahiran. Dampak kecemasan terlalu tinggi pada kehamilan adalah meningkatkan hormon kortisol yang dapat membatasi asupan oksigen ke dalam rahim, sehingga janin mengalami kekurangan oksigen. Kecemasan terlalu tinggi pada proses persalinan dapat meningkatkan detak jantung dan tekanan darah seperti yang Mama alami, juga memperpendek napas, sehingga mempersulit proses persalinan. Belum lagi karena kecemasan terlalu tinggi juga membuat Mama jadi kesulitan berpikir sehingga sulit berkonsentrasi bahkan sulit memahami instruksi dokter. Ada beberapa indikator mama hamil mengalami kecemasan terlalu tinggi, misalnya jadi sulit tidur, terus bermimpi buruk, sulit berkonsentrasi dan mudah lupa. Jika ini terus terjadi, Mama bisa berkonsultasi pada dokter tentang hal-hal yang mencemaskan Mama. Mama juga perlu curhat kepada papa, juga kepada sahabat yang dapat dipercaya. Curhat dapat mengurangi kecemasan lho, Ma. Mamapun dapat membuat janji konsultasi dengan psikolog klinis dewasa atau psikolog keluarga yang dapat membantu mengenali sumber kecemasan sesungguhnya dan mengatasinya. Di luar itu, tentu saja Mama perlu lebih banyak berserah kepada-Nya, bukankah ia yang mengatur segalanya? Semoga menjawab ya, Ma. 

    • Live Chat sudah selesai.

  • siti muawamah
    siti muawamah
    siang dokter .
    apakah tips agar menghilangkan cemas jelang persalinan karna dua kali mengalami keguguran . trimakasih dokter dan selamat siang ..
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Dear Mama Oktora,

      Saya psikolog nih, bukan dokter. Memang sih kalau pernah mengalami keguguran, biasanya kecemasan kita cenderung lebih tinggi. Walaupun demikian, sebetulnya kalau Mama terus menjaga kesehatan, janin cenderung lebih sehat dan kuat pula. Tentu saja Mama memang tak boleh terlena, perlu terus memantau kondisi kehamilan dengan rajin berkonsultasi kepada dokter kandungan. Ingat Ma, kecemasan justru tak boleh hilang. Kalau hilang, maka Mama bisa terlalu tenang, dan justru kurang siaga ketika ada hal-hal yang perlu diwaspadai muncul. Jadi boleh kok mengalami kecemasan, asalkan kadarnya normal saja. Satu lagi yang amat sangat penting, yakinlah bahwa apapun yang pernah dan akan terjadi pada Mama adalah kehendak-Nya. Oleh karena itu perlu sekali terus berserah kepada-Nya, membiarkan Ia yang mengambil alih seluruh proses kehamilan dan kelahiran. Mama tetap harus berusaha, tapi Tuhan yang menentukan. Perbanyak sembahyang sesuai keyakinan ya, Ma!

    • Live Chat sudah selesai.

  • dayu saraswati
    dayu saraswati
    Mama ... aq hamil uda masuk 33w nih uda mulai kontraksi" palsu bkin dag dig dug .. ada kah makanan atau buah yang dpt mmbuat tubuh dan fikiran mnjadi tenang hihiiihii .. atau olah raga santai apa kah yang berpengaruh untuk lebih menenangkan fikiran kita karna sudah mendekati persalinan
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Hai Mama Ayas.

      Wah selamat ya, sudah menjelang persalinan nih. Artinya semakin dekat waktunya buat betul-betul ketemu si kecil. Walaupun semakin deg-degan juga ya, hihihi.

      Untuk makanan dan minuman, sebetulnya buah dan sayur tetaplah kombinasi terbaik lho. Buah dan sayur bukan hanya memberikan banyak zat penting yang dibutuhkan tubuh, tapi juga membuat tubuh semakin sehat. Bukankah dalam tubuh yang sehat ada jiwa yang kuat? Jangan lupa tetap punya waktu istirahat, usahakan jangan memforsir diri melakukan banyak hal yang tak betul-betul penting.

      Mengenai olahraga, hmmm, sepertinya jalan kaki dan renang cukup santai namun efektif untuk membuat Mama lebih sehat dan kuat. Olahraga itu bisa membuat emosi negatif seperti kecemasan dan ketakutan kita keluar, digantikan oleh emosi lebih positif seperti semangat dan bahagia. Jangan lupa ikut senam hamil supaya sekalian belajar tentang teknik-teknik mengejan dan mendapat banyak informasi tentang persalinan. Tetap semangat ya, Ma!

    • Live Chat sudah selesai.

  • tetty mardiana manalu
    tetty mardiana manalu
    Selamat siang bunda anna...
    Saya Ibu dari 1 orang anak laki2
    Anak pertama sy lahir melalui persalinan sesar karena tali dililit tali pusar n ketuban kering...
    Dua bulan setelah anak pertama sy lahir sy pun hamil lagi...Setelah tau kabar sy hamil anak kedua sy sangat cemas bunda,mengingat history sy yang sesar sempat sy kepikiran buat menggugurkan kandungan sy. Setiap bulan perkembangan kandungan sy selalu sy merasa cemas n ketakutan membayangkan persalinan sesar nanti nya. Setiap kali usg jantung sy langsung berdetak kencang n badan saya lemas. Bagaimana cara nya ya bun menghadapi kecemasan sy ini,sy takut karena kecemasan n ketakutan sy berakibat buruk pada janin sy...
    Mohon tips nya bunda anna
    Thx
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Hai Mama Tetty, terimakasih ya sudah mengikuti live chat kali ini.

      Ma, agaknya kecemasan Mama sudah mengganggu deh. Jika ini terus terjadi, dikhawatirkan dapat mengganggu kondisi si kecil dalam rahim, juga dapat mengganggu Mama sendiri serta pengasuhan terhadap si kakak. Ayo segera buat janji dengan psikolog klinis dewasa atau psikolog keluarga untuk dapat menemukan sumber kecemasan sesungguhnya dan segera mengatasinya. Mama juga perlu mengikuti senam hamil dan kelas yoga prenatal untuk belajar teknik relaksasi, juga mencari dukungan dari sesama mama yang pernah melahirkan dalam jarak yang dekat seperti Mama. Di luar itu semua, yakinlah bahwa apa yang terjadi pada Mama adalah kehendak-Nya. Entah apa yang sedang Ia rencanakan, namun Mama perlu berserah kepada-Nya. Perbanyak sembahyang sesuai keyakinan Mama. Perbanyak pula bersyukur karena bagaimanapun Tuhan sedang menganugerahkan hal luar biasa kepada Mama dan keluarga. Semoga menenangkan ya, Ma!

    • Live Chat sudah selesai.

  • Yulia Sugiharti
    Yulia Sugiharti
    Selamat siang..
    Usia kandungan saya masuk 5 bulan. HPL 27 Nov 2015. Namun saya suka cemas jika memikirkan persalinan kelak. Terkadang saya tidak bisa tidur mengingat persalinan terdahulu 2 kali sesar. Sampai2 saya kurang tidur dan keleyengan. Masih teringat "nikmatnya sesar" pdhl sesar terakhir sdh 5 tahun yang lalu. Namun pengalaman tsb msh membekas sampai skrng, saya msh ingat perjuangan utk miring kiri-kanan, bangun, belajar jalan dll. Apa yg harus saya lakukan supaya bisa tenang menghadapi persalinan ke 3 ini pdhl HPL nya msh lama? Saya khawatir karena kecemasan saya menjadi terganggu sama bayi yg sedang saya kandung. Mohon pencerahannya bunda Anna Trims.
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Hai Mama Yulia, terimakasih ya sudah mengikuti live chat kali ini.

      Betul sekali, kecemasan dapat berdampak negatif pada janin, jika level kecemasan terlalu tinggi. Jika levelnya kecil atau sedang, masih bisa punya dampak positif kok ke janin, karena Mama jadi lebih waspada apabila ada sesuatu yang buruk menimpa si kecil.

      Memang sih setelah operasi sesar Mama akan mengalami beberapa kesulitan, misalnya kesulitan bergerak karena badan yang terasa sangat sakit. Walaupun demikian, bukankah itu bagian dari pengorbanan sebagai seorang mama terhadap anaknya? Justru dari pengorbanan tersebut, kita dapat belajar untuk betul-betul mencintai anak secara penuh, apapun yang terjadi kepadanya. Walaupun tak menyenangkan, terimalah rasa sakit tersebut sebagai bagian dari proses memperjuangkan kehadiran si kecil di dunia.

      Jika Mama betul-betul mengalami kesulitan untuk mengurangi level kecemasan, ada baiknya Mama membuat janji dengan psikolog klinis dewasa atau psikolog keluarga. Psikolog akan membantu menemukan sumber kecemasan dan kemudian mengatasinya sesuai dengan kondisi Mama. Semoga mencerahkan ya, Ma. 

    • Live Chat sudah selesai.

  • Pita Amelia
    Pita Amelia
    siang mama....
    aduhh...lagi cemas2nya menanti kelahiran, ini sdh menginjak bln ke 8, kalau harus memilih sy pengen lahir secara normal, semoga nnt bs terealisasi, sy mau tanya krn sy sangat khawatir sekali ini terjadi pada adik sy wkt hamil, sdh HPLnya bayi tdk ada tanda2 kelahiran dan ternyata ketubannya katanya kering/habis.
    Bagaimana penjelasannya mama?apakah berbahaya dan bagaimana mengantisipasi hal tersebut agar tdk terjadi. Mohon pencerahannya..terima kasih.
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Hai Mama Pita, pas sekali dong ya mengikut live chat kali ini hehehe.

      Ma, sesungguhnya kondisi kehamilan memang harus terus dipantau, terutama ketika di trimester 3. Jika terus dipantau, maka berbagai resiko dapat segera dikenali dan diantisipasi oleh bidan atau dokter. Mengenai penjelasan ketuban yang kering / habis, silahkan ditanyakan kepada dokter obgin ya, Ma, saya kan psikolog.

      Supaya mengurangi resiko, ayo Mama lebih banyak membaca tentang kehamilan dan persalinan. Mama juga perlu rajin berkonsultasi dengan bidan atau dokter obgin tentang kondisi kehamilan Mama, jangan lupa ajak papa agar papa bisa ikut mendengarkan penjelasan dan kelak dapat menenangkan Mama. Mama juga perlu menjaga kesehatan, antara lain dengan makan dan minum asupan sehat, juga berolahraga sesuai anjuran. Semakin sehat Mama, tentunya berpengaruh kepada janin juga. Ikuti juga kelas senam hamil dan yoga prenatal agar semakin paham dan trampil dalam proses melahirkan kelak. Di luar itu semua, sudah tentu Mama perlu lebih banyak berserah kepada Tuhan, bukankah semua yang terjadi sesuai kehendak-Nya? Semoga mencerahkan, Ma. 

    • Live Chat sudah selesai.

  • heptawan
    heptawan
    Selamat siang bu dokter , saya seorang suami yang istri saya sebentar lagi menghadapi persalinan, saya mau tanya bu dokter,.Hal- hal apa saja yang bisa saya lakukan sebagai suami untuk meringankan beban sang istri dalam mendekati masa persalinannya,karena saat ini sang istri selalu cemas dan kepikiran dengan segala yang akan terjadi di persalinan nanti ,terimakasih bu dokter
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Hai Papa Wawan,

      Senang sekali Papa mau ikut bergabung dalam live chat ini, ini menunjukkan kepedulian Papa dan usaha Papa untuk lebih terlibat dalam pengasuhan si kecil bersama mama. Ohya, saya psikolog, bukan dokter, jadi saya akan membantu menjawab secara psikologis ya.

      Salah satu cara yang meringankan kecemasan mama adalah dengan mengeluarkannya. Artinya Papa akan sangat membantu jika dapat mendengarkan keluhan Mama, tanpa harus mengadili, juga tanpa harus mencarikan solusinya. Ya betul, dengarkan saja. Banyaklah bertanya sehingga mama merasa diperhatikan dan didengarkan, dan ini akan menenangkan Mama. Tunjukkan sikap mendengarkan, misalnya dengan menatap mata mama, meninggalkan gadget Papa ketika mendengarkan mama, sesekali mengulangi kalimat mama dengan kata-kata Papa sendiri untuk mengonfirmasi apa yang dipahami Papa. Tentu sangat boleh untuk membelai dan memeluk ketika sedang menenangkannya.

      Papa juga perlu banyak informasi yang benar tentang proses kehamilan dan persalinan, sehingga dalam menenangkan mama bukan hanya memberikan janji palsu tak berdasar, namun memang berdasar pengetahuan yang tepat. Untuk itu Papa dapat mencari artikel di berbagai website, juga ikut berkonsultasi dengan dokter yang memantau kehamilan mama. Usahakan ikut terlibat dalam semua proses kehamilan dan persalinan mama, sehingga mama betul merasa ditemani, dan pada akhirnya menenangkan mama. Selamat mendampingi mama ya, Pa!

    • heptawan
      heptawan
      Terimakasih bu Anna ,atas saran dan motivasi nya
    • Live Chat sudah selesai.

  • mikail arfa
    mikail arfa
    selamat siang ibu anna, ibu saya ingin bertanya apa yg harus suami lakukan untuk setidaknya mengurangi stress istri kita ketika menghadapi persalinan? dan bagaimana mengatasi stress yang serupa yg terjadi pada kami para suami? karena tidak hanya istri saja yg cemas kamipun lebih cemas. terimakasih sebelumnya
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Selamat sore papa Mike,

      Senang sekali Papa bisa ikut live chat ini, artinya Papa betul ingin terlibat dalam pengasuhan si kecil. Ini awal kerjasama yang baik lho dengan mama dalam proses pengasuhan kelak.

      Betul sekali, para papa juga mengalami kecemasan, bukan hanya mama saja. Biasanya papa cemas karena menginginkan yang terbaik buat mama dan si kecil. Bisa dibilang bahwa mengatasi sampai sama sekali tak cemas itu tak mungkin dan tak disarankan, karena bagaimanapun kecemasan berfungsi untuk menyiagakan kita agar tetap waspada mengecek kondisi si kecil dalam rahim. Walaupun begitu bagi papa, kecemasan berlebihan dapat membuat mama lebih cemas dan pada akhirnya dapat membahayakan proses persalinan.

      Supaya kecemasannya tepat kadarnya, maka Papa perlu punya pengetahuan yang benar dulu mengenai kehamilan dan proses persalinan. Coba perbanyak informasi dari sumber yang layak dipercaya. Perhatikan betul apa yang perlu diwaspadai, sehingga dapat mengingatkan mama, juga dapat melakukan tindakan paling tepat ketika hal yang perlu diwaspadai terjadi. Contohnya, Papa perlu tahu bahwa pecah ketuban dan flek di bulan terakhir kehamilan perlu dicermati serius.

      Setelah punya banyak pengetahuan, tentunya Papa juga perlu menenangkan diri. Papa dapat mencari dukungan dari para kenalan yang pernah mendampingi istrinya melahirkan. Jika ada hal-hal yang mencemaskan, ceritakan kepada mereka, agar mereka dapat memberi saran berdasarkan pengalaman. Tentu saja Papa tetap perlu ikut konsultasi dengan dokter obgin agar memperoleh info yang lebih tepat dan lebih sesuai kondisi kehamilan Mama. Selain melakukan ini, tentunya Papa juga perlu mengajak mama lebih banyak mengobrol untuk saling membahas apa yang mencemaskan dan saling menenangkan. Ketika sumber kecemasan ditemukan, akan jauh lebih mudah untuk mengatasinya.

      Papa juga bisa belajar teknik relaksasi, misalnya dengan ikut dalam kelas senam hamil yang diikuti mama, atau mendampingi istri ikut kelas yoga prenatal. Terakhir, tentunya Papa perlu lebih banyak berserah kepada-Nya. Ajak istri lebih banyak sembahyang bersama. Semoga menjawab ya, Pa. 

    • Live Chat sudah selesai.