Search logo Menu logo

Live Chat Bersama Ahli

Anna Surti Ariani

Atasi Cemas Jelang Persalinan?

Anna Surti Ariani Ahli Psikologi Anak
Live Chat

Hai Mama, Live Chat kali ini sudah ditutup ya. Terima kasih bagi Mama yang sudah berpartisipasi. Bagi Mama yang pertanyaannya belum dijawab harap ditunggu, akan segera dijawab oleh Anna Surti Ariani. Ditunggu juga pengumuman 10 pemenang yang akan mendapatkan paket eksklusif dari Lactamil.

Sejarah Live Chat Member Lainnya
  • Sri Dewi Teti Sari
    Sri Dewi Teti Sari
    :: Selamat siang mama Anna, saya seorang ibu yang sedang mengandung anak ke 2, walaupun proses melahirkan anak pertama lancar dan normal, tetapi ada sedikit kekhawatiran sbelum jelang hari kelahiran anak kedua, yang saya ingin tanyakan : 1. Bagaimana cara mengatasi rasa takut sakit, takut operasi caesar, tak bisa mengontrol emosi, takut mendapat sobekan, dan takut terjadi sesuatu pada bayi? .. 2. Saya pernah mendengar tentang epidural, apakah yang dimaksud dengan epidural? .. 3. Apakah memang perlu dilakukan epidural saat persalinan? .. 4. Tips-tips apa saja yang harus dilakukan untuk mengatasi cemas jelang persalinan? .. Terima Kasih Sukses Selalu Buat Mama Care dan Mama Anna. ::
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Selamat sore Mama Defa,

      Saya psikolog nih, bukan dokter, jadi saya fokus menjawab pertanyaan psikologis ya.

      Pada dasarnya proses bersalin memang mengandung rasa sakit, baik sebelum maupun setelahnya. Artinya kalau sama sekali tak ada rasa sakit, bisa dibilang belum sah nih untuk melahirkan, hehehe. Walaupun demikian, rasa sakit tersebut bisa berefek positif lho. Seperti ini, hubungkan rasa sakit itu dengan pengorbanan diri untuk mengantar si kecil melihat dunia. Bagaimanapun menjadi orangtua perlu pengorbanan, dan ujungnya dapat membahagiakan lho. Oleh karena itu, beranikan diri mengalami rasa sakit, sama seperti dulu ibu kita juga mengalami rasa sakit ketika melahirkan kita ke dunia.

      Takut operasi sesar perlu dipertanyakan dulu, apakah karena takut terjadi sesuatu pada bayi (sebetulnya ini ketakutan yang kurang beralasan karena bayi dilindungi ketuban dan lapisan rahim). Terkadang yang dikhawatirkan adalah karena dibutuhkan biaya sangat besar. Hal ini mau tak mau diatasi dengan persiapan dana yang cukup untuk melahirkan sesar. Ayo bekerjasama dengan suami untuk menghemat segala pengeluaran dan jika mungkin menambah penghasilan bersama.

      Untuk mengurangi ketakutan dan kecemasan saat melahirkan, Mama perlu menguasai teknik relaksasi, misalnya dengan teknik bernapas perlahan. Mama dapat mempelajarinya lewat kelas yoga prenatal atau kelas senam hamil. Mama juga perlu berserah kepada-Nya, karena tentunya Ia-lah yang menentukan segalanya.

      Epidural adalah sejenis anestesi alias bius untuk mengurangi sakit dalam proses persalinan. Mengenai epidural, silahkan langsung ditanyakan kepada dokter obgin yang memantau kehamilan Mama. Semoga menjawab ya, Ma!

    • Live Chat sudah selesai.

  • mahana
    mahana
    Assalamualaikum bu dokter, bu saat ini saya sedang menghadapi persalinan anak pertama.Perasaan cemas ,khawatir masih saja membayangi.Saya mau tanya bu dokter,ketika proses persalinan normal bagaimana Cara Mengejan Yang Baik saat melahirkan padahal saat itu ada perasaan cemas ,takut, dan khawatir.
    Terimakasih sebelumnya bu dokter atas penjelasannya.
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Assalamualaikum Mama Mahana.

      Pertama, saya psikolog nih, bukan dokter. Jadi saya lebih fokus menjawab pertanyaan psikologisnya ya.

      Soal mengejan yang baik, supaya Mama cukup ahli melakukannya, ayo ikuti kelas senam hamil beberapa kali. Jika hanya sekali saja, maka Mama mungkin hanya sekadar tahu, tapi belum trampil. Biasanya dalam kelas senam hamil diberi tahu trik-triknya, walaupun akan distop sebelum betul-betul mengejan. Mama juga bisa banyak membaca tentang proses mengejan.

      Betul sekali, kalau kita terlalu cemas, takut dan khawatir, maka  apa yang sudah dipelajari bisa seakan menguap begitu saja. Oleh karena itu level kecemasan memang sebaiknya normal saja tak terlalu tinggi. Kita mengetahui bahwa level kecemasan kita meninggi misalnya ketika detak jantung menjadi lebih cepat, napas jadi memendek, dan tekanan darah meningkat. Selain itu, jika kita mengalami kesulitan berpikir dan berkonsentrasi, mungkin kita sedang sangat cemas. Untuk mengurangi level kecemasan, Mama dapat mencoba teknik relaksasi, misalnya dengan bernapas secara perlahan, dan menghembuskan napas secara perlahan juga. Lakukan ini berulangkali. Ada beberapa gerakan lain yang bisa dipraktekkan agar lebih rileks, dapat Mama pelajari dengan mengikuti kelas yoga prenatal. Cara paling jitu untuk mengurangi kecemasan tentunya dengan berserah kepada-Nya. Apapun yang terjadi, bukankah itu akan sesuai kehendak-Nya? Jadi terimalah apapun yang terjadi, karena yakinlah bahwa itulah yang terbaik buat Mama dan keluarga. Semoga menjawab ya, Ma. 

    • Live Chat sudah selesai.

  • Olieve Leksmana
    Olieve Leksmana
    Selamat siang Mama Anna, anak saya pertama, 4 th lalu lahir dengan operasi sesar cito karena perdarahan jalan lahir, tapi bukan plasenta previa, saat usia 37 minggu, dan saya merasakan amat nyeri berbulan-bulan pasca operasi sesar itu. Saya kini hamil anak ke-2, kata dokter mungkin bisa persalinan normal per vaginam. Namun saya sangat cemas, kalau-kalau harus operasi sesar lagi, hasil USG sementara ini baik-baik saja, pada usia kehamilan 6,5 bulan. Saya sangat cemas kalau harus operasi sesar ulang, saya sudah ikuti senam hamil dan mulai baca buku tentang hipnobirthing, namun perasaan cemas masih saja mengganggu. Suami sangat sibuk kerja, kadang tugas keluar kota. Mohon tips hal-hal apa yang harus saya lakukan untuk mengatasi kecemasan ini. Saya takut kecemasan saya ini berakibat kurang baik pada janin saya. Terimakasih.
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Selamat sore Mama Olieve Leksmana.

      Ma, untuk betul-betul mengatasi kecemasan sesungguhnya agak sulit. Kecemasan, dalam rentang wajar, justru dibutuhkan agar kita semakin waspada untuk mengecek kondisi si kecil dalam rahim. Walaupun demikian, kecemasan berlebihan memang dapat mengganggu proses kehamilan dan persalinan, sehingga harus diturunkan. Kecemasan saat hamil dapat meningkatkan level hormon kortisol, yang dapat menghambat aliran darah berisi oksigen ke dalam rahim, yang tentu punya banyak pengaruh negatif bagi kondisi si kecil.

      Pada dasarnya semua jenis persalinan itu baik, apalagi kalau sudah diputuskan demikian oleh dokter yang memantau kondisi kehamilan. Persalinan normal banyak difavoritkan, namun persalinan sesar juga oke kok. Jika Mama merasa cemas, coba dicek apa penyebabnya, agar dapat diminimalkan. Contohnya, kecemasan bahwa pisau operasi dapat mengenai si bayi, itu kurang beralasan karena bayi dilindungi oleh air ketuban dan lapisan rahim. Di sisi lain, kecemasan karena operasi sesar akan mengurangi tabungan tentunya sangat beralasan, dan untuk itu dapat diminimalkan dengan menyiapkan dana persalinan yang cukup untuk kedua jenis persalinan. Tanyakan dulu di bagian administrasi berapa biaya yang harus disiapkan untuk persalinan sesar, dan segera siapkan dananya. Jangan sampai bayi tak bisa dibawa pulang hanya karena tak ada dananya. Kalaupun begitu banyak dana jadi disisihkan untuk melahirkan si kecil (karena harus melahirkan dengan operasi), bukankah itu sudah menjadi bagian dari kewajiban menjadi orangtua? Daripada hanya khawatir, lebih baik segera ambil tindakan untuk menghemat segala pengeluaran, bisa juga untuk mencari tambahan penghasilan.

      Hal-hal yang sudah Mama lakukan itu sudah baik kok untuk mempertinggi kemungkinan persalinan normal, seperti mengikuti senam hamil dan membaca buku proses melahirkan. Mama juga perlu mengeluarkan kecemasan Mama, misalnya dengan curhat kepada papa. Kalau papa banyak keluar kota, carilah sahabat ataupun orang lain yang dapat dipercaya, jangan hanya menunggu papa. Bagaimanapun papa juga perlu ketenangan untuk bekerja. Ayo ikut kelas yoga prenatal, Ma, Mama jadi bisa belajar teknik relaksasi jika kecemasan melanda. Di luar itu, tentunya Mama tetap perlu berserah kepada-Nya, karena Ia-lah yang menentukan segalanya. Semoga menenangkan ya, Ma. 

    • Live Chat sudah selesai.

  • Margareta Dwi Febiani
    Margareta Dwi Febiani
    hai mama, saya mau bertanya apa yang seharusnya dilakukan dan dipersiapkan oleh ibu hamil yang sudah mendekati masa persalinan sesar? Karena sebelumnya hanya melahirkan normal dan saat ini usia 40 tahun kehamilan ke empat. Karena banyak yang bilang kalo melahirkan sesar lebih banyak resikonya dibandingkan dengan persalinan normal mengingat usia juga sudah tidak muda lagi. Bagaimana caranya mengatasi rasa takut tersebut? Terima kasih :)
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Hai juga Mama Dwi.

      Sesungguhnya tiap jenis persalinan mengandung resiko. Walaupun begitu, jika terus dipantau oleh ahlinya, yaitu bidan dan dokter obgin, tentunya meminimkan resiko. Demikian pula jika Mama dalam kondisi fit, sehingga proses persalinan dapat berjalan dengan lebih baik. Oleh karena itu, pertama, tentunya Mama perlu tetap menjaga kesehatan Mama antara lain dengan banyak berjalan kaki dan mengikuti senam hamil, ataupun olahraga lain yang diperkenankan oleh dokter obgin. Kedua, Mama perlu tetap berkonsultasi dengan bidan dan dokter obgin perihal kondisi kehamilan Mama, dengan tetap menyertakan data tentang proses persalinan yang lalu.

      Banyak yang mengatakan bahwa melahirkan dengan operasi sesar proses pemulihannya lebih lama, karena mesti memulihkan luka jahitan pasca operasi. Oleh karena itu, Mama juga dapat mempersiapkan sistem pendukung di rumah agar dapat membantu Mama di saat Mama masih memulihkan diri. Contohnya, Mama dapat menyiapkan kakak-kakak agar lebih mandiri di minggu-minggu pertama adiknya lahir, dan mencari orang dewasa lain yang dapat membantu membereskan rumah ataupun menyiapkan masakan untuk Mama, Papa, dan kakak-kakak.

      Salah satu yang paling menenangkan adalah berdoa dan berserah kepada-Nya. Mama dapat mengajak seluruh anggota keluarga untuk ikut berdoa bersama sesuai dengan keyakinan keluarga, agar mendapatkan dukungan spiritual untuk menjalani proses persalinan ini. Jika sudah berdoa bersama, yakinlah bahwa apapun yang terjadi adalah sesuai dengan kehendak-Nya dan harus diterima. Selamat mempersiapkan diri, Ma!

    • Live Chat sudah selesai.

  • frida santi
    frida santi
    siang dok, pertanyaan saya adalah
    1. Bagaimana cara mengatasi rasa cemas menjelang persalinan ?
    2. Apakah benar dok, jika kita sudah merasakan kontraksi, sebaiknya sering berjalan-jalan ?
    3. Tips apa saja agar kita tidak cemas pada saat menjelang persalinan ?
    Terima kasih dok....
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Selamat siang juga Mama Frida,

      Pertama, saya psikolog nih, bukan dokter. Jadi saya akan lebih fokus menjawab pertanyaan psikologis ya, Ma.

      1. Kecemasan menjelang persalinan adalah hal yang wajar dan tak harus selalu diatasi. Kenapa? Karena dengan merasa khawatir, Mama justru dapat menjadi lebih waspada dalam menjaga kondisi si kecil di dalam rahim. Bayangkan apabila Mama sama sekali tak cemas dan terlalu tenang, lalu santai-santai saja di rumah padahal ketuban sudah pecah, bisa membahayakan si kecil, kan? Walaupun demikian, kecemasan berlebihan dapat membahayakan proses persalinan, antara lain karena mempercepat detak jantung, memperpendek pernapasan, juga membuat Mama lebih kesulitan mengikuti instruksi dokter atau bidan. Oleh karena itu Mama perlu mengatasi cemas berlebihan, dan menikmati kecemasan yang wajar. Cara-caranya ada di jawaban nomor berikut ya.
      2. Betul Ma. Pertama untuk memperlancar proses persalinan, karena posisi tubuh yang tegak bisa menekan leher rahim, dan bisa mendorong plus memperlancar kontraksi. Selain itu dengan berjalan-jalan, Mama memperlancar sirkulasi darah yang mengalir antara lain ke rahim, sehingga juga menyehatkan si kecil. Dari sisi psikologis, berjalan-jalan akan menghabiskan energi negatif seperti kecemasan dan ketakutan, sehingga ada ruang lebih banyak untuk energi positif berupa emosi yang lebih sehat seperti bersemangat dan berbahagia.
      3. Di bulan-bulan terakhir kehamilan, Mama perlu lebih banyak berkonsultasi dengan bidan atau dokter perihal kondisi kehamilan, juga proses melahirkan yang mungkin dilakukan dengan kondisi kehamilan tersebut. Semakin banyak pengetahuan Mama seputar kondisi Mama sendiri, maka Mama dapat mengantisipasi berbagai hal, dan pada akhirnya mengurangi kecemasan Mama. Mama juga perlu mencari informasi menenangkan, baik dari mereka yang Mama kenal dan biasa memotivasi Mama, ataupun dari para ahli yang informasinya tak menakuti dan justru memberi pencerahan kepada Mama. Mama juga dapat mengikuti kelas yoga prenatal dan berlatih teknik-teknik relaksasi yang dapat dipraktekkan pada saat kita mengalami ketegangan akibat kecemasan. Kecemasan jangan disimpan sendiri, namun harus dikeluarkan, misalnya dengan curhat kepada papa dan para sahabat. Di luar itu, tentunya Mama perlu lebih banyak berserah kepada Tuhan dengan lebih banyak bersembahyang.

      Semoga menjawab ya, Ma!

    • frida santi
      frida santi
      Maaf ma, ,jadi panggilnya dokter.
      Terimakasih, ya mama anna atas penjelasan dan pencerahannya, jadi tambah wawasan tentang menghadapi kecemasan menjelang persalinan. Ilmunya sangat bermanfaat :-*
    • Live Chat sudah selesai.

  • Novita Rahayu
    Novita Rahayu
    Selamat Siang
    Saya Newmom, saya ingin bertanya mengenai Cemas Jelang Persalinan
    Dikehamilan pertamaku yang menginjak trismester3 saat ini kaki ku bengkak dan Hemoglobin ku rendah sedangkan tensi ku tinggi
    Bidan pun sempat menyatakan bahwa pinggul ku sempit.
    Saya sangat cemas ma
    Belum lagi saya berusia muda.
    Ma, yang ingin ku tanyakan benarkah jika kaki bengkak,HB rendah,tensi tinggi dan pinggul sempit kemungkinan melahirkan normal sangat sedikit??
    Bagaimana cara mengatasi kecemasan tersebut ma?

    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Dear Mama Novi,

      Sebagian pertanyaan Mama akan lebih tepat dijawab oleh dokter obgin yang memantau kehamilan Mama, dibanding oleh saya yang psikolog. Jadi saya akan mencoba membantu dalam hal kecemasannya ya.

      Yang perlu Mama lakukan saat ini adalah mencoba bertanya kepada dokter atau bidan sebanyak-banyaknya mengenai kondisi Mama saat ini. Mama juga perlu mengonsultasikan ukuran panggul, karena kalau dianggap sempit dibandingkan bayi yang lahir, jauh lebih baik mempersiapkan diri menjalani operasi Caesar yang akan lebih aman buat Mama dan si kecil, daripada memaksakan diri menjalani persalinan lewat vagina dan ternyata kepala si kecil sulit lewat.

      Proses persalinan tak selalu bisa diprediksi, Ma. Kadang dokter memperkirakan bisa lahir normal dan ternyata karena satu dan lain hal harus dioperasi. Oleh karena itu memang kita harus mempersiapkan diri untuk kemungkinan apapun, bukan hanya pasrah pada satu kemungkinan saja. Dalam hal ini, Ma, selain banyak bertanya sebelumnya, Mama dan Papa juga perlu menyiapkan dana untuk kedua macam proses melahirkan tersebut. Tanyakan dulu ke bidan atau rumah sakit tentang biaya persalinan, sehingga bisa segera dipersiapkan. Janganlah sampai tak bisa membawa pulang bayi hanya karena tak punya biayanya.

      Di antara semua hal yang mendebarkan, Mama tetap perlu menenangkan diri Mama. Coba deh Ma sesekali berbicara tenang dengan si kecil di dalam perut, ajak ia mengobrol dan bercanda, misalnya dengan mengatakan, “Hai Sayang, Mama sudah ingin bertemu dengan kamu, apa kabar kamu di dalam sana?” Mama juga dapat menikmati kehamilan, misalnya dengan mandi air hangat sambil mengelus perut, juga menikmati makanan dan minuman yang Mama sukai dan tentunya aman buat si kecil. Mama juga perlu bersyukur karena Tuhan sudah menganugerahkan si kecil di dalam perut yang akan segera melihat dunia dengan bantuan Mama. Sungguh si kecil itu adalah rejeki besar, Ma, kelak ia akan membawa begitu banyak kebahagiaan buat keluarga besar Mama dan Papa. Ayo Ma, perbanyak sembahyang dan menyerahkan kepada-Nya. Beliaulah yang sudah menganugerahkan ini semua, maka Beliau pula yang akan mengurus ini semua. Semoga dapat menenangkan ya, Ma. 

    • Live Chat sudah selesai.

  • kiki sri rizki
    kiki sri rizki
    Selamat siang mama anna
    , saya mau tanya terkadang banyak para mama yg harus berjuang berjamjam bahkan berhari hari(persalinan lama)..kira kira itu apa penyebabnya ya mama?? Adakah cara untuk mempercepat persalinan??
    Mama kecemasan jelang persalinan terkadang membuat hipertensi ..bagai mana cara menstabilkan kembali tekann darahnya ya mama??
    Terimakasih sebelumnya mama
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Selamat siang juga Mama Kiki,

      Terus terang pertanyaan Mama lebih tepat dijawab oleh dokter obgin, dibandingkan oleh psikolog seperti saya. Jadi saya berikan jawaban singkat saja ya, Ma, nanti Mama bisa bertanya lebih lanjut dengan dokter yang memantau kehamilan Mama. Sejauh yang saya tahu, proses persalinan yang lama kadang dialami oleh mereka yang baru pertama kali melahirkan karena belum pernah ada bayi yang melewati jalan lahir tersebut. Dapat dipercepat antara lain dengan mama rajin bergerak, misalnya dengan banyak berjalan kaki dan mengikuti senam hamil, juga berhubungan badan dengan papa di bulan-bulan terakhir kehamilan.

       

      Terkadang kita membutuhkan kecemasan sih, Ma, untuk dapat tetap waspada dalam menjaga kondisi si kecil dalam rahim. Kalau terlalu tenang, nanti kita bisa terlena dan malah bisa melakukan hal-hal yang membahayakan si kecil, misalnya tetap santai di rumah padahal sudah mengalami flek. Untuk mengurangi kekhawatiran, mama boleh lho menghindari dulu mereka yang sering memberikan informasi mencemaskan, dan lebih banyak mendekati mereka yang dapat memberikan ketenangan kepada Mama. Tentunya Mama juga perlu memperbanyak berserah kepada-Nya, yakinlah bahwa apapun yang terjadi adalah yang terbaik yang diberikan-Nya. Semakin pasrah, maka sesungguhnya kita juga menyehatkan tubuh lho, Ma. Semoga menjawab ya, Ma. 

    • kiki sri rizki
      kiki sri rizki
      Terimakasihh mam atas jawabannya...
    • Live Chat sudah selesai.

  • Sahira Zakkiya
    Sahira Zakkiya
    Mama, persalinan saya yg pertama melalui SC yg kedua inginnya sih vbac, tapi rada takut juga mengingat dokter memperlakukan saya sebagai diabetes gestasional krn gula darah saya smpat naik sekali, apakah bisa secara vbac, saya takut akan ada perdarahan mengingat jarak persalinan pertama dan kedua kurang dari 2tahun, bagaimana cara menghilangkan kepanikan pada saya, takutnya malah nanti tekanan darah saya tinggi dan saya terpaksa harus SC lagi
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Hai Mama Sahira,

      Baik sekali ingin mencoba VBAC alias Vagina Birth After Caesarian / persalinan normal setelah pernah mengalami operasi Caesar. Walaupun demikian, Mama perlu mencari tahu dulu apa saja syaratnya, jangan sembarangan karena jika tak tepat dapat membahayakan mama dan si kecil. Contohnya, jika dulu harus menjalani operasi karena ukuran panggul yang sempit, sangat mungkin Mama harus kembali operasi. Demikian pula apabila jarak operasi Caesar sebelumnya kurang dari 2 tahun, perlu diperhitungkan dengan seksama apakah Mama dapat melakukan VBAC karena lebih beresiko. Untuk menjalani VBAC, Mama juga perlu yakin bahwa rumah sakit tempat Mama melahirkan memang siap untuk proses ini. Tentunya untuk menjalani proses persalinan terbaik Mama perlu sungguh berkonsultasi secara jujur kepada dokter yang membantu. Dalam kasus Mama, kecemasan sebetulnya adalah hal baik yang membuat Mama jadi lebih waspada untuk tetap memperhatikan kondisi si kecil. Justru kalau terlalu tenang, Mama bisa terlena dan bisa saja justru membahayakan si kecil.

       

      Nah, daripada terus cemas, pertama yang perlu Mama lakukan adalah berkonsultasi. Jika dokter sudah memberi lampu hijau (VBAC tentunya tak betul-betul lampu hijau karena tetap perlu dipantau), maka Mama tinggal melakukan persiapan sisanya. Contohnya Mama perlu memperbanyak baca agar tahu lebih banyak informasi. Mama juga dapat mencari dukungan dari teman ataupun orang-orang yang pernah mengalami ini, agar Mama bisa menjadi lebih tenang untuk menjalaninya. Mama bisa mengikuti kelas yoga prenatal untuk mempelajari teknik relaksasi, tanyakan dan praktekkan bagaimana cara bernapas yang membuat Mama lebih tenang dalam kelas tersebut. Agaknya Mama perlu mempertimbangkan untuk berkonsultasi dengan psikolog keluarga yang familiar dengan proses melahirkan, agar dapat belajar mengelola stress dan kecemasan Mama. Terakhir, tentunya Mama perlu mendekatkan diri dengan Tuhan dengan lebih banyak berdoa. Apapun proses persalinan yang perlu dijalankan, yakinlah bahwa itulah yang diberikan Tuhan untuk kebaikan si kecil. Semoga menjawab, Ma!

    • Live Chat sudah selesai.

  • runti yunita
    runti yunita
    Siang mama Anna,
    Untuk mempersiapkan kehamilan kedua, saya masih ingat rasanya waktu persalinan hamil pertama, rasa cemas dan khawatir ketika menjelang persalinan masih dirasakan, Bagaimana supaya tenang menghadapi persalinan mama? Dan sebaiknya jarak berapa tahun untuk mempersiapkan kehamilan lagi mama ? Terima Kasih
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Hai Mama Runti Yunita,

      Terimakasih ya sudah ikut bergabung di live chat ini. Jarak untuk mempersiapkan kehamilan sebetulnya tak hanya dari sisi usia anak pertama, namun juga perlu dicek usia mama dan papa, juga kesiapan yang lain seperti kesiapan dana, bantuan dari orang lain, dll. Kalau hanya bicara tentang usia anak, maka 3-4 tahun itu baik, karena pembentukan attachment sudah lebih sempurna pada si kakak sehingga lebih siap memiliki adik. Ingat, jangan hanya memperhitungkan usia anak saja untuk mempersiapkan kehamilan kedua.

      Kecemasan sebetulnya adalah hal yang wajar lho, Ma, ketika menjelang persalinan. Baik mama yang paling tenang sekalipun tetap dapat mengalami kekhawatiran saat waktu melahirkan hampir tiba. Kecemasan bahkan dapat menjadi cara Tuhan untuk membuat Mama tetap waspada dalam menjaga si kecil dalam kandungan, artinya dalam rentang yang wajar, kecemasan justru perlu dirasakan.

      Supaya bisa lebih tenang, pertama tentu Mama perlu pengetahuan yang tepat. Memang kalau tak tahu sepertinya jadi tak cemas, namun bisa jadi malah melakukan hal yang merugikan bahkan membahayakan. Mama bisa menjadi lebih berpengetahuan lewat banyak membaca dan berkonsultasi dengan dokter obgin yang kelak akan membantu proses kehamilan dan melahirkan. Mama juga butuh dukungan dari orang di sekitar Mama, bisa dari papa, nenek, atau siapapun yang bisa membantu dan menenangkan Mama. Ketenangan juga tentunya dapat diperoleh lewat berserah dengan Tuhan, artinya perbanyaklah berdoa. Mama boleh lho menghindari sumber-sumber pembuat cemas, misalnya menghindari orang-orang yang selalu menakut-nakuti atau memberikan informasi mencemaskan, dan sebaliknya mencari sumber informasi yang dapat memberikan info yang tepat dan menenangkan.

      Semoga menjawab pertanyaan Mama.

    • Live Chat sudah selesai.

  • Mama Care Lactamil
    Mama Care Lactamil

    Ma, sebentar lagi live chat akan dimulai. Siapkan pertanyaan Anda. Mama mungkin cemas tak bisa sampai ke rumah sakit pada waktunya? Mama deg-degan kalau dokter pilihan malah keluar kota saat tiba waktunya mama melahirkan? Atau bahkan khawatir karena takut mengalami kesakitan luar biasa? Diskusikan apa yang Mama cemaskan di sini.

    10 penanya terpilih akan mendapatkan hadiah dari Mama Care

    Percakapan
    • Live Chat sudah selesai.