Search logo Menu logo

Live Chat Bersama Ahli

Anna Surti Ariani

Mengenal dan Mengatasi Perubahan Emosional Saat Hamil

Anna Surti Ariani Ahli Psikologi Anak
Live Chat

Hai Mama, Live Chat kali ini sudah ditutup ya. Terima kasih bagi Mama yang sudah berpartisipasi. Bagi Mama yang pertanyaannya belum dijawab harap ditunggu, akan segera dijawab oleh Anna Surti Ariani. Ditunggu juga pengumuman 10 pemenang yang akan mendapatkan paket eksklusif dari Lactamil.

Sejarah Live Chat Member Lainnya
  • Mama Care Lactamil
    Mama Care Lactamil

    Mama, Live Chat dengan topik Mengenal dan Mengatasi Perubahan Emosional Saat Hamil bersama Mama Anna Surti Ariani, S.Psi, M.Si, Psi. sudah dibuka, ya.. 
    Silakan ajukan pertanyaan Mama, dan ada 10 paket eksklusif dari Mama Care dan Mama Anna Surti Ariani, S.Psi, M.Si, Psi.

    Percakapan
    • Live Chat sudah selesai.

  • Desi lestari
    Desi lestari
    siank mam...
    mam mau tanya bagaimana cara mengatasi perubahan emosi saat hamil karna semenjak hamil emosi sangat labil,gampang tesinggung,mudah marah,dan sulit menahan rasa sabar dan berpegaruh g sich mam terhadap kandungan saat emosi....?
    mohon pencerahannya mam trimakasih
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Selamat siang juga Mama Desi!

      Memang selama hamil emosi cenderung lebih mudah berubah-ubah. Hal ini antara lain karena perubahan hormon selama hamil.

       

      Penelitian membuktikan bahwa mama hamil yang alami perubahan emosional berlebihan, stres berlebihan bahkan sampai depresi bisa berpengaruh ke kehamilan & ke janin tentunya. Contoh, mama jadi kurang berminat makan makanan sehat & membuat nutrisi untuk janin kurang. Mama yang malas merawat diri (kesehatan / kebersihan) juga dapat membahayakan janin, mis karena minum / makan obat sembarangan.

       

      Bayi yang lahir dari ibu yang terus-menerus sedih juga cenderung tak terawat & kurang terstimulasi. Akibatnya tumbuh kembangnya bermasalah contohnya jadi bayi yang kurang aktif, kesulitan fokus, mudah marah, dan sangat sulit diatur. Kadang kecerdasan juga bermasalah.

       

      Namun jangan terlalu khawatir, efek negatif tadi dialami hanya jika perubahan emosional yang terjadi berlebihan. Jika tak selalu demikian, tentunya efek buruk tak terlalu besar. Jika khawatir, Mama bisa membuat janji dengan psikolog keluarga atau psikolog klinis dewasa agar lebih yakin dengan kondisi kehamilan.

       

      Semoga membantu, jadi bisa lebih menikmati kehamilan ya, Ma!

       

      Salam, @AnnaSurtiNina

    • Live Chat sudah selesai.

  • rika sinuhaji
    rika sinuhaji
    Selamat siang mama ana,sekarang saya hamil 7 minggu ini kehamilan saya yang ke 2 tp mengapa saya mudah sekali sensitif dan gampang menangis jika suami tidak sesuai ke inginan dihati saya belum lagi anak saya yang pertama masih usia 2 tahun kadang klo nakal bawaannya selalu marah2 jadi saya merasa kasihan.trimakasi sebelumnya ma.
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Dear Mama Rika,

      Kabarnya mama hamil lebih sensitif di trimester 1 (terutama minggu ke-6-10) & trimester 3, dibanding waktu lain. Mengapa? Selama hamil, mama memikirkan banyak hal, misalnya ‘apakah kehamilan aman’, atau ‘bagaimana proses melahirkan nanti’. Belum lagi semua orang senang menjadi penasehat sekaligus penjaga buat ibu hamil, terkadang jadi meningkatkan stres buat mama. Mama yg hamil juga cenderung lebih mudah lelah, dan memang disarankan lebih banyak istirahat selama hamil.

       

      Mengalami stres, kelelahan, ada perubahan metabolisme dan level hormon, bikin mama yang hamil jadi lebih sensitif. Perubahan hormon estrogen & progesteron bisa berpengaruh kepada neurotransmiter (zat kimia dalam otak), yang kemudian mengatur mood.

       

      Jangan terlalu khawatir, sensitif saat hamil ada gunanya lho. Menurut para ahli, mama hamil cenderung lebih sensitif demi melindungi bayi. Mama hamil, tanpa disadari, cenderung lebih sensitif pada zat-zat / kondisi yang mungkin merugikan bayi.

       

      Untuk menangani anak, coba minta bantuan orang dewasa lain deh Ma. Mama bisa minta suami ketika ia tak bekerja, minta tolong orangtua jika mungkin tinggal sementara di rumah, minta tolong tetangga atau asisten rumah tangga, atau mencoba menyekolahkan si kakak. Dengan demikian mama sempat beristirahat, menjadi lebih bugar dan tak terlalu mudah sensitif lagi.

       

      Semoga membantu!

       

      Salam, @AnnaSurtiNina

    • Live Chat sudah selesai.

  • Winarni
    Winarni
    Selamat siang bunda,
    Saat saya Hamil, saya pernah mengalami emosi khususnya kesuami. Bahkan tanpa alasan yang jelas perasaan saya jadi kesal saja sama suami, suamipun mengerti keadaan saya yang Hamil, tetapi terkadang emosinyapun terpancing dan menimbulkan pertengkaran kecil. Bagaiaman mengatasi hal tersebut agar kehamilan saya tidak diselimuti mood yang berdampak negatif, apakah itu dipengaruhi oleh kondisi kita saat Hamil, misal saat itu lelah Dan perlu relaksasi? Adalah makanan atau minuman yang dapat meredakan emosi untuk Ibu Hamil. Thx
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Dear Mama Wina, sebetulnya emosi ada yang positif, ada pula yang negatif. Beberapa emosi positif yang sering dialami mama hamil misalnya bahagia, senang, gembira, bangga, penuh harapan, ceria, dll. Emosi negatif yang kadang dialami misalnya sedih, takut, cemas, kesal, marah, khawatir, merasa bersalah, dll.

       

      Normal saja untuk mengalami semua jenis emosi ini, tak perlu terlalu merasa bersalah mengalami emosi negatif sekalipun. Walaupun demikian, apabila mama lebih sering mengalami emosi negatif selama hamil, dapat merugikan mama dan si kecil lho. Maka dari itu penting sekali untuk menjaga agar emosi mama tetap positif. Apabila sulit sekali menjaga emosi tetap positif, coba buat janji dengan psikolog keluarga atau psikolog klinis dewasa ya, Ma!

       

      Mengenai penyebab, selama hamil, mama memikirkan banyak hal, misalnya ‘apakah kehamilan aman’, atau ‘bagaimana proses melahirkan nanti’. Belum lagi semua orang senang menjadi penasehat sekaligus penjaga buat ibu hamil, terkadang jadi meningkatkan stres buat mama. Mama yg hamil juga cenderung lebih mudah lelah, dan memang disarankan lebih banyak istirahat selama hamil. Mengalami stres, kelelahan, ada perubahan metabolisme dan level hormon, bikin mama yang hamil jadi lebih sensitif. Perubahan hormon estrogen & progesteron bisa berpengaruh kepada neurotransmiter (zat kimia dalam otak), yang kemudian mengatur mood. Itu semua membuat mama yang sedang hamil cenderung lebih sensitif dan emosinya pun berubah-ubah.

       

      Ketika sedang tenang, ajak suami bicara dari hati ke hati. Sampaikan bahwa seringkali mama tak benar-benar marah kepada papa, namun hanya kesulitan mengendalikan emosi saja, dan ini antara lain disebabkan oleh kehamilan. Mohon pengertian dan kesabarannya menghadapi mama. Ketika kondisi mama sedang nyaman, usahakan berbaik hati dengan papa, sehingga hubungan membaik lagi.  

       

      Mengenai makanan, mama dapat berkonsultasi kepada dokter obgin Mama.

       

      Semoga membantu ya, Ma!

       

      Salam, @AnnaSurtiNina

    • Live Chat sudah selesai.

  • kiki vidianingsih
    kiki vidianingsih
    selamat sore Ibu Anna Surti Ariani, S.Psi, M.Si,Psi yang saya hormati. pengalaman saya waktu hamil anak pertama adalah perubahan emosi yang sering naik turun. mungkin untuk di lingkungan keluarga hal tersebut tidak memiliki masalah yang berarti, sebab mereka dapat memaklumi kondisi saya saat itu. namun, saat saya dilingkungan kerja, saya sulit mengatasi hal tersebut(saya seorang pengajar di Sekolah Dasar). emosi yang naik turun membuat saya merasa tidak nyaman. sebagai seorang pengajar saya dituntut memiliki emosi yang setabil, namun sulit mengendalikanya.
    bagaimana bu Anna cara mengatasi hal tersebut. terimakasih atas jawaban ibu...
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Dear Mama Kiki,

      Emosi yang naik turun alias mood swing memang tak selalu menyenangkan. Namun bagaimanapun hal itu wajar sekali selama hamil. Apa yang bisa dilakukan?

      1) Terimalah bahwa ini kondisi normal dalam kehamilan, nikmati saja

      2) Usahakan beristirahat saat mungkin beristirahat. Tubuh yang lebih bugar akan mengurangi mood swing, jadi lebih tegar.

      3) Makan & minum sehat. Asupan nutrisi yang baik juga kurangi sensitivitas dan perubahan emosi berlebihan karena tingkatkan kebugaran tubuh.

      4) Berolahraga sesuai saran dokter obgin mama, mis jalan kaki / renang. Lagi-lagi supaya tubuh tetap bugar.

      5) Usahakan punya waktu menyenangkan dengan suami, kalau perlu diagendakan secara khusus supada ada waktu berduaan

      6) Ketahui hal-hal apa yang menyenangkan diri sendiri, cobalah melakukannya, terutama yang memang disarankan untuk mama hamil.

      7) Bersikap lebih santai, jangan terlalu keras terhadap diri sendiri & lingkungan. Berpikir hal yang menyenangkan & positif

      8) Sampaikan kepada orang-orang di sekitar mama, baik itu sesama guru, atau murid, ketika mama sedang kesulitan mengendalikan emosi agar mohon dimaklumi. Ini penting lho buat menjaga hubungan baik. Cara menyampaikannya? Mama bisa mengatakan misalnya seperti ini, “Anak-anak, maaf ya, pada saat ini Ibu merasa kurang nyaman, emosi Ibu sedang naik dan turun, Ibu juga lebih sensitif dan mudah marah. Kalau Ibu marah, tolong dipahami bahwa Ibu tak hendak menyakiti hati siapapun. Ini hanya karena Ibu sedikit kelelahan selama hamil.”

       

      Semoga membantu, Ma!

    • kiki vidianingsih
      kiki vidianingsih
      terimakasih Ibu Anna Surti Ariani, S.Psi, M.Si, Psi... point yg ke 8 sungguh luar biasa dan diluar pemikiran saya. terimakasih dan akan saya coba... terimakasih atas ilmunya Bu Anna... :)
    • Live Chat sudah selesai.

  • rizqiana
    rizqiana
    slmt pagi mama anna...
    Bagaimana cara mengatasi emosianal yg terpancing oleh emosi suami yg kadang bertentangan masalah sepele...
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Sebetulnya sebelum emosi meledak, kita harus selalu menyadari emosi kita. Sebaiknya kita mengelola emosi agar jangan sampai meledak. Kalau terlanjur, bagaimana?

       

      1. Hentikan apapun yg sedang dilakukan, daripada Anda bahayakan anak & diri sendiri

      2. Tarik napas panjang, lepaskan perlahan. Sebut nama Tuhan sambil berbisik. Lakukan berulangkali sampai merasa lebih tenang.

      3. Sesekali coba deh selfie ketika emosi meledak, wajah seperti apa yang Anda lihat di layar? Anda suka? Kalau tidak, stop ledakan emosinya

      4. Stop pegang gadget, stop update status. Jangan sampai Anda mengatakan hal-hal yang mungkin akan disesali di kemudian hari.

      5. Jika betul-betul meledak, jangan langsung diredam. Lepaskan dulu, mis dengan berjalan-jalan keliling komplek, memasak, banting bantal, dll

      6. Minta ijin (kpd anak / bos / suami, dll) keluar dari ruangan. Bilang, “Saya perlu menenangkan diri dulu. Setelahnya, saya akan segera kembali”

      7. Senyum. Merasa aneh? Tidak kok. Sebesar apapun stres Anda menghadapi anak, hadapi aja semuanya dengan senyum termanis :D.

      8. Cari kesibukan lain, lebih oke lagi kalau melakukan kegiatan yang Anda sukai, supaya mengalihkan ledakan emosi Anda.

       

      Terus terang tak cukup jika hanya bertindak ketika emosi meledak saja. Setelah tuntas, ada beberapa hal yang perlu dilakukan juga:

      1. Cari sisi positif kejadian tersebut. Biasanya sih sulit, tapi tetaplah mencoba. Mis, ‘Ini pasti akibat anakku bertambah besar.’

      2. Asertif deh. Sampaikan apa yang mengganggu dengan jelas, jangan dipendam saja, tak perlu juga meledak-ledak.

      3. Sesuaikan harapan Anda, jangan berlebihan atau kurang. Mis, ‘Mungkin sekarang belum bisa mengharap bisa bermain bungee jumping, tapi nantinya akan bisa lagi kok.”

      4. Ngobrol deh dengan teman yg Anda percaya. Jangan mengurung diri apalagi menyesali diri terus. Orang lain mungkin bisa membantu

      5. Tulis buku harian, boleh menggunakan smart phone Anda. Menulis ulang dan membacanya lagi membuat kita lebih menyadari emosi kita

      6. Yakinlah bahwa emosi negatif tak selamanya hinggap di diri kita, seperti roda, dia akan berganti dengan emosi positif kok.

      7. Cari sisi lucu dari kejadian tadi. Tertawalah, tertawakan diri sendiri, tertawakan kejadian tadi.

       

      Semua saran tadi hanya untuk meredakan ledakan emosi, namun belum menyelesaikan masalah. Padahal kalau masalah belum selesai,

      sangat mungkin lain hari emosi akan meledak lagi. Jadi langkah-langkah berikut ini juga sangat penting untuk dilaksanakan:

      1. Cari tahu apa sih masalah sesungguhnya. Kadang masalah sesungguhnya bukanlah masalah yang muncul. Kritislah & pahami dengan hati

      Contoh, kesal karena suami selalu pulang terlambat. Ternyata suami sedang memiliki masalah besar di kantor namun berusaha tak membuat Mama tambah khawatir, sehingga tak bercerita.

      2. Daripada fokus pada penyebab masalah, lebih baik fokus pada cara memperbaiki masalah. Cari solusi terbaik dari masalah Anda.

      3. Bangun hubungan yang lebih baik dengan suami + ortu + mertua + asisten, agar bisa bekerjasama menangani permasalahan kehamilan dan perkembangan anak

      4. Jadilah mama normal & terimalah kelemahan Anda, jangan jadi Supermama, supaya nggak terlalu stres dengan tuntutan diri sendiri.

      5. Belajar berkata ‘Tidak’, baik kepada anak, suami, keluarga, teman kerja, dll. Tak semua tuntutan harus Anda penuhi lho.

      6. Belajar manajemen waktu & manajemen kerja, untuk bisa tangani semua tugas sebagai mama. Jadikan pengalaman kemarin sebagai pelajaran

       

      Semoga membantu!

    • Live Chat sudah selesai.

  • Ellis suryani
    Ellis suryani
    Selamat mlm mama care...Mama Anna....di saat saya hamil,saya bnyk mengalami perubahan mum.salah satunya ialah emosi tinggi,sering kali Saya dan suami adu mulut bahkan pertengkaran yg sangat hebat.padahal mslh nya cuman sepele mum,tp entah mengapa rasa emosi itu datang dan membuat suasana romantis menjadi miris.yg menjadi pertanyaan adalah
    *Bgmn cara mencegah rasa emosional saat hamil?
    *Bgmn menjelaskan pada suami sebenarnya saya tidak bermksud tuk marah atau emosi?
    *Adakah hal lain yg bisa di lakukan oleh para mama bila sedang emosional?
    *Apakah wajar mana Anna bila ibu hamil sering emosional?
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Dear Mama,

      Emosi ada yang positif dan negatif. Beberapa emosi positif yang sering dialami mama hamil misalnya bahagia, senang, gembira, bangga, penuh harapan, ceria, dll. Tentunya ini tak perlu dihindari kan. Di sisi lain ada emosi negatif yang kadang dialami misalnya sedih, takut, cemas, kesal, marah, khawatir, merasa bersalah, dll. Normal saja untuk mengalami semua jenis emosi ini, tak perlu terlalu merasa bersalah mengalami emosi negatif sekalipun. Walaupun demikian, apabila mama lebih sering mengalami emosi negatif selama hamil, dapat merugikan mama dan si kecil lho. Maka dari itu penting sekali untuk menjaga agar emosi mama tetap positif.

       

      Ketika situasi sedang nyaman, cobalah bicara dari hati ke hati bersama suami. Sampaikan bahwa sesekali mama memang kesulitan menahan emosi negatif, dan hal itu sedikit banyak karena hormon yang sedang berubah dalam tubuh mama saat hamil. Sampaikan secara terus terang bahwa mama tak bermaksud marah, tapi kadang memang kesulitan menjaga emosi. Jadi mohon pengertian dari suami.  

       

      Apabila sulit sekali menjaga emosi tetap positif, coba buat janji dengan psikolog keluarga atau psikolog klinis dewasa ya, Ma!

    • Ellis suryani
      Ellis suryani
      Terima kasih saran nya mama Ana,sangat membantu bnget saran nya.Saya senang bergabung sama mama care.....apapun mslh nya mama care kasih solusinya.Mksh mama care
    • Live Chat sudah selesai.