Search logo Menu logo

Live Chat Bersama Ahli

Anna Surti Ariani

Siap Mental Merencanakan Kehamilan Kedua

Anna Surti Ariani Ahli Psikologi Anak
Live Chat

Hai Mama, Live Chat kali ini sudah ditutup ya. Terima kasih bagi Mama yang sudah berpartisipasi. Bagi Mama yang pertanyaannya belum dijawab harap ditunggu, akan segera dijawab oleh Anna Surti Ariani. Ditunggu juga pengumuman 10 pemenang yang akan mendapatkan paket eksklusif dari Lactamil.

Sejarah Live Chat Member Lainnya
  • Agustina Dewi Mandasari
    Agustina Dewi Mandasari
    Selamat pagi mama Anna, saya sdh terlanjur hamil kedua tanpa ada persiapan mental tuk anak pertama, anak saya yg pertama sdh sering kali saya kasih pengertian insallah bakal hadir adeknya dia tp terkadang dia msh blm bs nerima kdg juga sdh bs nerima, hanya saja saat ini sikapnya manja niru gaya bayi, bagaimana ya mama agar dia bs bersikap sbg seorang kakak krn saya sdh sering menegurnya tp msh saja begini. Terimakasih
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani
      Hai Mama Agustina Dewi Mandasari, terima kasih pertanyaannya. Sayang mama tak menyebutkan berapa usia anak pertama, jadi jawaban ini mungkin akan bersifat umum.



      Dalam proses untuk menerima keberadaan adik, kadang anak memunculkan perilaku meniru gaya bayi. Apalagi kalau anak masih batita. Bahkan beberapa anak yang usianya lebih besar, kadang mengalami regresi, yaitu perkembangannya mundur ke tahapan sebelumnya. Contohnya anak yang sudah bisa pipis di WC jadi mengompol lagi.



      Di saat seperti ini, yang penting bukanlah teguran atau kemarahan mama. Bagaimanapun berat lho buat seorang anak untuk menerima orang baru yang akan terus-menerus tinggal dengan dirinya. Daripada dimarahi, lebih baik dimengerti saja. Katakan saja, “Wah, kamu meniru cara adik bobok ya. Betul sekali, nanti kalau adik bobok akan seperti itu.” Atau, “Kok menangis terus? Sepertinya kamu mengerti cara adik ngomong ya. Memang adik nanti akan menangis terus.” Siapkan juga hadiah buat diberikan kepada si kakak, kalau kelak banyak hadiah yang diterima adik. Bukankah dia boleh mendapat hadiah karena ia menjadi seorang kakak?



      Pada si kakak, jangan diminta untuk mengalah atau memberi contoh terus. Kakak juga perlu merasakan bahwa dirinya disayang sebagaimana adanya, bahwa ia juga boleh melakukan kesalahan dan kenakalan. Mama dan papa perlu memastikan bahwa keluarga besar tidak membanding-bandingkan antara kakak dengan adik. Kalau ada yang ‘merendahkan’ kakak, belalah dengan menyebutkan sisi positifnya, sehingga kakak merasa tetap baik. Kelak mama tetap perlu punya waktu berdua saja dengan kakak tanpa adiknya ya, biar dia tetap merasa disayang.



      Salam,

      @AnnaSurtiNina
    • Live Chat sudah selesai.

  • sunengsih
    sunengsih
    Selamat Pagi jelang siang Mama Anna....



    Saya hendak menanyakan

    1. Mungkinkah terjadi kegamilan ke dua saat anak pertama baru berusia 3,5 bulan....?



    2. Bagaimana cara terbaik mensikapinya....?



    3. Apakah pemberian ASI untuk anak pertama boleh di lanjutkan....?



    Terimakasih, kami nanti jawabanya Ma..... )
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani
      Hai Mama Sunengsih, terima kasih pertanyaannya. Ada pertanyaan yang sepertinya lebih baik ditanyakan kepada dokter, jadi silakan dicek lebih lanjut. Saya coba jawab satu per satu ya.



      1. Mungkin saja, Ma. Apalagi kalau mama sudah menstruasi kembali, kemungkinannya jadi lebih besar. Coba saja cek dengan alat tes kehamilan untuk memastikan. Jika ternyata belum hamil, segera konsultasi dengan dokter kandungan atau bidan untuk alat KB yang dianjurkan.



      2. Jika memang ternyata terlanjur hamil, mau tak mau diterima bukan? Segera siapkan fasilitas dan dana untuk menyambut anak kedua. Minta bantuan pula kepada ‘sistem pendukung’ (seperti kakek-nenek, asisten rumah tangga, tetangga, pengasuh, dll) agar mama tak sibuk sendirian mengurus bayi sambil hamil kembali, dan kelak untuk mengasuh 2 balita sekaligus. Kepada calon kakak, tak ada yang perlu dipersiapkan, karena perkembangan kognitifnya masih sangat terbatas untuk mengerti adanya adik. Yang penting kelak mama dan papa membesarkan kedua anak ini tanpa membandingkan satu sama lain. Jangan meminta kakak untuk mengalah dan memberi contoh karena usianya berbeda sedikit saja, justru anggaplah mereka berdua sebagai teman seumuran. Tetap penting untuk punya waktu berdua saja dengan masing-masing anak agar mereka merasa disayang dan diistimewakan.



      Perlu disadari bahwa proses pembentukan attachment (yang merupakan dasar dari kepercayaan diri, kemandirian, juga perkembangan emosional lain) pada kakak mungkin jadi tak optimal. Oleh karena itu penting sekali punya ‘sistem pendukung’ yang penuh kasih sayang selama membesarkan kedua anak, sehingga setiap anak tetap mendapat perhatian besar. Supaya mengoptimalkan proses pembentukan attachment, mama dan papa perlu lebih banyak lagi berguru tentang caranya mengasuh anak, juga cara mengatasi kecemburuan kakak-adik.



      3. Boleh saja, jika tak ada masalah berarti dengan kandungan. Konsultasikan dengan dokter kandungan ya Ma.



      Semoga menjawab!



      Salam,

      @AnnaSurtiNina
    • Live Chat sudah selesai.

  • Nena manik gardiana
    Nena manik gardiana
    selamat pagi mama anna,

    gimana ya caranya mempersiapkan mental si kecil dan ibunya mempersiapkan kehadiran anak kedua? karena anak sy yg pertama msh berusia 11bln.sy khawatir dgn tumbuh kembang dan psikologisnya karena diusianya ini dia msh membutuhkan byk perhatian dan ksh syg.

    terima kasih
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani
      Hai Mama Nena, terima kasih pertanyaannya!

      Ma, sesungguhnya di usia ini tak banyak yang bisa dipersiapkan, karena si kecil belum terlalu mengerti. Iapun masih sibuk dengan dunianya sendiri, belum terlalu menyadari adanya orang lain. Yang perlu dicermati, biasanya attachment di usia ini belum betul-betul terbentuk, sehingga adanya adik di usia ini justru dapat mengganggu proses pembentukan attachment (yang merupakan dasar dari kepercayaan diri dan kemandirian).



      Jika usia mama belum 30 tahun, bagaimana kalau mama fokus dulu saja untuk membesarkan anak pertama? Dengan demikian, ketika adiknya lahir kelak, ia memang sudah lebih mandiri dan lebih siap memiliki adik. Mama dan papa pun juga lebih siap mental, karena kondisi kakak yang lebih matang. Kita akan bicara berbeda kalau usia mama sudah di atas 30 tahun, bahkan di atas 35 tahun, karena artinya persiapan terhadap anak pertama perlu intensif untuk menyambut adiknya.



      Semoga menjawab, Ma!



      Salam,

      @AnnaSurtiNina
    • Live Chat sudah selesai.

  • khoiratun nikma
    khoiratun nikma
    Saya seorang ibu berusia 24 tahun dengan satu anak berusia 10 bulan...persalinan anak pertama melalui operasi sesar...yang ingin saya tanyakan

    1. Berapa jarak ideal bagi ibu untuk mempersiapkan kehamilan 2...

    2. Bagaimana mengatasi traumatik akibat persalinan pertama guna menyambut kehamilan kedua...

    3. Adakah metode hypnoterapi bagi ibu yang mengalami trauma berat akibat persalinan pertama..agar ibu tersebut melupakan trauma dan mau untuk melakukan program hamil kedua...

    Terima kasih
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani
      Hai Mama Khoiratun Nikma, terima kasih pertanyaannya. Saya jawab satu per satu ya.

      1. Mengingat persalinan pertama dengan operasi, mama bisa berkonsultasi lebih detil dengan dokter kandungan. Dari sisi psikologis, mengingat usia mama masih muda dan anak pertama masih bayi, ada baiknya mama menunda dulu kehamilan kedua. Dengan demikian anak pertama akan lebih siap, mama dan papa juga akan lebih mantap menyiapkan diri menghadapi kesibukan tambahan.



      2 dan 3. Salah satu cara mengatasi trauma adalah hipnoterapi. Namun para psikolog memiliki berbagai cara psikoterapi lain untuk dapat membantu mama menelaah trauma dan kelak dapat menghadapinya dengan lebih gagah. Jika saat ini masih besar sekali traumanya, akan lebih baik kalau mama berkonsultasi dulu dengan psikolog klinis dewasa, sehingga trauma tak mengganggu kehamilan, persalinan, juga hubungan perkawinan dan tanggung jawab sebagai mama.



      Semoga menjawab!



      Salam,

      @AnnaSurtiNina
    • Live Chat sudah selesai.

  • lauri bintang tampeang
    lauri bintang tampeang
    Selamat Pagi ibu Anna Surti Ariani, S.Psi, M.Si, Psi. Sy mau tanya.

    1. Bagai mana cara menyiapkan mental dan apa saja hal yang harus di perhatikan supaya siap untuk mengandung anak kedua sementara anak pertama masih kecil

    2. Bagai mana menjelaskan pada anak pertama agar tidak merasa terabaikan kalau dia akan memiliki adik .

    3. usia berapa anak pertama ideal nya memiliki adik dan usia berapa maksimal sy untuk memiliki anak kedua

    Terimakasih sebelum nya
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani
      Hai Mama Lauri Bintang Tampeang, terima kasih pertanyaannya. Sayang Mama tak menyebutkan usia mama dan si kecil, sehingga jawaban akan lebih umum.



      1. Jika anak pertama masih kecil dan mama pun masih muda, sesungguhnya mama bisa agak santai menunggu calon kakak lebih besar dan lebih mandiri. Apabila kakak sudah lebih mandiri, jadi berkurang kan masalah mama, dan jadi lebih nyaman untuk menyiapkan kehamilan berikut. Perlu disadari juga bahwa menyiapkan mental mama dan papa untuk menambah momongan sangat perlu, misalnya sudahkah mama dan papa siap untuk bertambah kesibukan mengurus 2 anak yang berbeda kepribadian? Apakah selama ini komunikasi di antara mama dan papa sudah oke dan sudah mampu bekerja sama?



      2. Jika anak masih batita, memang masih sulit untuk menjelaskannya. Anak 2 tahun dapat mengerti dengan lebih baik dibandingkan anak 1 tahun. Tentunya anak 3 tahun atau lebih besar lagi mampu lebih mengerti. Pertama pastikan dulu anak cukup mandiri, artinya mampu terpisah dari mama dan papa tanpa menangis berlebihan dan ia mampu bermain sendiri. Nantinya mama tetap perlu punya waktu khusus berdua saja dengan kakak agar ia tetap merasa disayang, jangan terus bersama dengan adiknya.



      3. Tidak ada usia yang ideal sih, karena akan tergantung pada banyak variabel. Jika usia mama sudah lebih dari 30 tahun, mama dapat menyegerakan program hamil dengan persiapan calon kakak lebih intensif. Dari sisi anak, kalau dia sudah lebih mandiri dan sudah bisa bermain dengan bayi atau anak lain yang lebih kecil, maka ia lebih siap, biasanya itu adalah usia sekitar 3 tahun.



      Semoga menjawab, Ma!



      Salam,

      @AnnaSurtiNina
    • Live Chat sudah selesai.

  • Alya rahmawati
    Alya rahmawati
    selamat pagi mama

    saya mau tanya , bagaimana mengurangi rasa cemburu si kakak pada adeknya setelah keluar nanti ?

    bagaimana caranya mengurangi babyblues saat anak ke 2 lahir ?

    walaupun direncanakan tetap kadang ada rasa stres juga karna hamil, mengurus si kakak dan rumah. bagaimana cara mengurangi stres itu? terimakasih jawabannya mama
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani
      Hai Mama Alya Rahmawati, terima kasih pertanyaannya!

      Untuk mengurangi rasa cemburu, janganlah membanding-bandingkan antara kakak dan adik, apalagi kalau kakak dalam posisi ‘kurang baik’. Selalu yakinkan bahwa ia adalah kakak yang baik, adik juga adik yang baik. Usahakan kakak tak terus mengalah atau memberi contoh, namun kalau adik salah juga akan ditegur. Penting juga untuk mama agar tetap memberi waktu berdua saja bermain dengan si kakak walaupun adik sudah lahir.



      Baby blues bisa berkurang kalau mama cukup fit. Oleh karena itu penting sekali mama menjaga agar tetap punya istirahat cukup, di saat sibuk mengurus adik bayi dan kakaknya. Jika sulit, minta bantuan dari papa dan ‘sistem pendukung’ (nenek-kakek, asisten rumah tangga, pengasuh, dll). Mama juga perlu makan makanan bergizi ya!



      Sumber stres sesungguhnya tak bisa dikurangi. Namun kita bisa memperlakukan sumber stres itu sehingga stres lebih bermanfaat untuk kita. Salah satu trik utamanya adalah dengan berpikir positif. Yakinlah bahwa semua kekacauan yang ada adalah hal yang wajar. Mama juga dapat meyakini bahwa semua kelelahan dan kebingungan yang muncul adalah jalan untuk mama menjadi lebih trampil lagi dalam mengurus rumah dan menjadi mama yang lebih baik. Untuk segala masalah yang ada, syukurilah. Cari sisi lucunya, sehingga mama bisa tetap tertawa riang walaupun banyak masalah menghadang.



      Semoga menjawab, Ma!



      Salam,

      @AnnaSurtiNina
    • Live Chat sudah selesai.

  • lita rahmalani
    lita rahmalani
    Selamat siang ibu Anna...

    Saya lita rahmalani usia 26tahun dan baru memiliki baby girl usia 4.5bulan....

    Jujur masih sedikit trauma melahirkan.. Karna kemarin sempat pecah ketuban duluan dan melalui pembukaan yg benar benar sakit. tapi alhamdulillah bisa melahirkan scra normal.... Pertanyaannya adalah bagaimana menghilangkan rasa trauma itu?
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani
      Hai Mama Lita Rahmalani, terima kasih atas pertanyaannya.

      Ma, saya bisa membayangkan betapa mendebarkannya proses persalinan Mama dulu. Syukurlah berakhir dengan manis ya.



      Sesungguhnya rasa sakit memang bagian dari proses menjadi ibu, sehingga melahirkan dengan cara apapun akan menimbulkan rasa sakit. Yang dapat membedakan adalah bagaimana kita menyikapi rasa sakit tersebut. Jika kita takut menghadapi atau bahkan marah karena harus mengalami proses ini, maka seringkali sakitnya menjadi berlebihan. Di sisi lain, kalau kita lebih ikhlas menjalaninya, sakitnya tentu masih ada, namun terasa lebih ringan. Oleh karena itu, mama perlu menyadari penuh bahwa rasa sakit tersebut adalah hadiah dari Sang Pencipta, sebagai bagian dari proses mendapatkan kebahagiaan luar biasa, yaitu kelahiran si kecil.



      Satu yang ingin saya garis-bawahi: Bukankah akhir dari proses persalinan yang dulu cukup manis kan? Si kecil bisa lahir dengan sehat dan sekarang berusia 4.5 bulan. Artinya rasa sakit itu sungguh hanya bagian dari proses, dan bukan kesakitan permanen.



      Karena usia mama saat ini masih 26 tahun, dan anak pertama juga masih bayi, mama masih punya banyak waktu untuk meredakan trauma tersebut. Janganlah memburu-buru diri untuk segera hamil kembali. Walaupun demikian, mama bisa mencoba berkonsultasi dengan psikolog klinis dewasa untuk dapat menangani trauma, agar tak sampai mengganggu untuk program kehamilan berikut. Ketika berkonsultasi, usahakan si kecil dititipkan dulu ya, agar mama bisa fokus berkonsultasi.



      Salam,

      @AnnaSurtiNina
    • Live Chat sudah selesai.

  • sri lestari
    sri lestari
    Slamat pagi bu,sy lg promil anak k 2 usia sy 28thn ,putriertama sy usia 2,5thn,apakag usia tersebut ideal tuk sy memberikan adik tuk alya,slama ni alya sayang ma anak tetangga yg msh bayi,kdg mlh sy Takut siap atw tidak siap,bagaimana alya nanti,bagaimana mengatasi rasa tersebut dan apa yg harus sy lakukan agar program tersebut berhasil
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani
      Hai Mama Sri Lestari, terima kasih pertanyaannya ya!

      Ma, kalau si kecil sudah cukup mandiri (tak menangis berlebihan jika terpisah dari mama), dan sudah mampu menyayangi bayi tetangga, mungkin ia sudah cukup siap memiliki adik. Tentunya masih perlu ada beberapa persiapan ketika nanti mama hamil, agar ia lebih siap menjadi kakak. Contohnya, ketika mama hamil, ia bisa diajak mengelus perut mama sambil dikatakan ia sedang mengelus adik. Ia juga bisa belajar tidur sendiri, entah di kamar sendiri atau di kasur terpisah dari orang tuanya.



      Kini tinggal mama dan papa yang harus menyiapkan mental untuk proses kehamilan berikut. Cek dulu bagaimana kondisi perkawinan mama dan papa. Semakin penuh kasih sayang dan kerukunan, tentunya semakin siap menambah momongan. Demikian pula, mama dan papa perlu menyiapkan fasilitas dan dana untuk proses kelahiran sampai membesarkan anak kelak. Siapkan pula ‘sistem pendukung’ (kakek-nenek, tetangga, asisten rumah tangga, dll) agar siap menambah kesibukan dengan adik baru.



      Semoga semakin siap, Ma!



      Salam,

      @AnnaSurtiNina
    • Live Chat sudah selesai.

  • dian qurrotul aini
    dian qurrotul aini
    dear mama anna, saya mau tanya bagaimana caranya bisa fokus dengan program kehamilan yang kedua tanpa dibayangi rasa takut dan trauma terhadap persalinan sebelumnya yang bermasalah? mohon penjelasannya ya mama, terima kasih
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani
      Hai Mama Dian Qurrotul Aini, terima kasih pertanyaannya.

      Ma, kalau trauma terhadap persalinan masa lalu masih membayangi, kemungkinan besar Mama akan kesulitan untuk fokus dalam program kehamilan kedua. Bahkan ketakutannya dapat berpengaruh ke proses kehamilan dan melahirkan berikutnya.



      Oleh karena itu, akan lebih baik kalau Mama menangani dulu rasa takutnya. Mama bisa berkonsultasi dengan psikolog klinis dewasa atau psikolog keluarga. Nanti Mama akan dibantu untuk menelaah rasa takut tersebut sehingga lebih jelas sumber dan proses ketakutannya (belum tentu sumber ketakutannya murni pada proses persalinan. Banyak mama yang sesungguhnya sumber ketakutannya tak berhubungan dengan proses persalinan, namun kemunculan takutnya dipicu proses persalinan). Setelahnya mama akan dibantu untuk menghadapi ketakutan tersebut secara lebih tangguh.



      Semoga menjelaskan, Ma!



      Salam,

      @AnnaSurtiNina
    • Live Chat sudah selesai.

  • Maryati
    Maryati
    Selamat pagi Lactamil dan Ibu Anna Surti Ariana, S.Psi, M.Si, Psi.



    Usia berapa yang pas jarang antara kakak dan adik?



    Bagaimana cara menyiapkan mental kakaknya untuk bisa menerima adiknya? karena anak ku, setiap ditanya dia tidak mau punya adik.



    Melahirkan normal menurut saya sakit dan rasanya tidak bisa diungkapkan kata-kata, bagaimana cara menyiapkan mental ibu agar persalinan tidak menjadi hal yang menakutkan yang pernah dirasakan sebelumnya?



    Terima kasih
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani
      Hai Mama Maryati, terima kasih pertanyaannya. Saya jawab satu per satu ya.



      Jarak usia antara kakak adik sesungguhnya tak hanya dilihat dari usia calon kakak, namun juga usia mama. Kalau mama sudah di atas 30 tahun, mama bisa menyegerakan program hamil lagi. Seorang anak lebih siap punya adik kalau attachmentnya sudah lebih terbentuk. Indikatornya adalah ia senang berada dekat orangtuanya, namun juga bisa terpisah tanpa menangis berlebihan dan bisa segera asyik bermain. Biasanya terbentuk lebih optimal di sekitar 3 tahun.



      Anak balita memang sering menolak kalau ditanya apakah ingin adik, karena ia belum betul-betul mengerti seperti apa adik itu. Lagi pula, adik bukanlah ‘kue’ yang kalau ia ingin bisa segera didapatkan lalu segera dihabiskan. Adik akan terus bersamanya sampai tahun-tahun mendatang. Oleh karena itu, daripada ditanya, jika mama dan papa memang ingin menambah anak, akan lebih baik calon kakak langsung disiapkan untuk punya adik. Caranya adalah dengan memperbanyak kesempatan kakak untuk bermain dengan anak-anak lebih kecil dari dirinya. Sampaikan bahwa ia senang sekali bermain seperti itu kelak dengan adiknya. Tentu saja anak juga perlu disiapkan untuk jadi lebih mandiri.



      Semua proses melahirkan sesungguhnya mengandung rasa sakit. Walaupun demikian, salah satu yang menentukan sakit atau tidak adalah bagaimana kita mempersepsi dan memperlakukan rasa sakit tersebut. Jika kita mengeluh dan kesal, rasa sakitnya jauh lebih terasa dibandingkan jika kita mengikhlaskannya. Jika mama mempelajari teknik hipno-birthing, mama akan belajar cara memperlakukan rasa sakit sehingga tak terlalu mengganggu proses melahirkan.



      Jika ketakutan akan proses melahirkan menjadi mengganggu, bahkan membuat mama takut hamil lagi, mama dapat berkonsultasi dengan psikolog klinis dewasa.



      Semoga membantu!



      Salam,

      @AnnaSurtiNina
    • Live Chat sudah selesai.