Search logo Menu logo

Live Chat Bersama Ahli

Anna Surti Ariani

Siap Mental Merencanakan Kehamilan Kedua

Anna Surti Ariani Ahli Psikologi Anak
Live Chat

Hai Mama, Live Chat kali ini sudah ditutup ya. Terima kasih bagi Mama yang sudah berpartisipasi. Bagi Mama yang pertanyaannya belum dijawab harap ditunggu, akan segera dijawab oleh Anna Surti Ariani. Ditunggu juga pengumuman 10 pemenang yang akan mendapatkan paket eksklusif dari Lactamil.

Sejarah Live Chat Member Lainnya
  • N.nurhayati
    N.nurhayati
    Selamat pagi mama anna saya punya beberapa pertanyaan

    1. Apa tandanya anak pertama sudah siap untuk jadi kaka?

    2. Bagaimana cara untuk memberikan pengertian kalau akan datang adiknya?

    3. Bagaimana cara untuk menghindari cemburu pada si kaka?

    4. Usia berapa yang ideal untuk anak punya adik?

    5. Bagaimna cara untuk mengajarkan anak pertama untuk mandiri agar jika sang adik lahir dia bisa mandiri?

    Terimakasih mama
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani
      Hai Mama Nurhayati, terima kasih pertanyaannya. Saya jawab satu per satu ya.

      1. Sebetulnya tak ada tanda yang sungguh-sungguh jelas. Tapi ada setidaknya 2 hal yang bisa mama cermati. Pertama, kalau kakak sudah dekat hubungannya dengan mama, dan mampu terpisah sesekali, artinya attachment sudah cukup terbentuk, dan ia lebih siap punya adik. Kedua, jika ia sudah bisa bermain bersama anak lebih kecil (walaupun kemudian bertengkar :P), dia juga cukup siap.



      2. Perkenalkan kepada sebanyak-banyaknya bayi yang ada di sekitar lingkungannya. Ajak ia bermain bersama, entah ia mau ataupun tidak. Jangan dipaksa lho, Ma. Beri tahu bahwa kelak ia akan punya adik kecil seperti bayi itu, dan ia bisa bermain bersamanya setiap hari. Sampaikan secara menyenangkan bahwa ia akan disayang oleh adiknya, dan ia akan menjadi kakak hebat bagi adiknya.



      3. Usahakan jangan membandingkan kakak dengan adiknya dalam hal apapun, apalagi kalau kakak dalam posisi ‘kalah’. Mama juga perlu punya waktu berdua saja dengan si kakak, sementara adiknya bisa berdua saja dengan papa atau pengasuhnya, sehingga kakak tetap merasa diistimewakan. Walaupun sudah diusahakan, tak berarti kecemburuan sama sekali hilang ya, Ma. Kecemburuan tetap penting untuk jadi motivasi bagi kedua anak untuk belajar bernegosiasi, bekerja sama, berbagi, dan berbagai ketrampilan sosial lain.



      4. Sesungguhnya tak hanya dihitung dari usia calon kakak, namun juga dari usia mama (jika usia mama lebih dari 30 tahun apalagi di atas 35 tahun, dianjurkan untuk segera melakukan program hamil jika ingin menambah anak). Seorang anak lebih siap memiliki adik jika attachment dengan orangtua sudah terbentuk baik, biasanya di atas 3 tahun.



      5. Dimulai dari sekitar usia 1 tahun, anak bisa belajar makan sendiri di kursi makan, jangan terus disuapi. Anak juga jangan digendong terus, tapi perbanyak kesempatan baginya untuk berlari, melompat, memanjat, dll. Semakin banyak ketrampilan yang dikuasainya, ia akan mampu semakin mandiri. Jangan kebanyakan melarang, namun perbanyak beri pujian untuk hal-hal yang sudah dilakukannya.



      Semoga menjawab, Ma!



      Salam,

      @AnnaSurtiNina
    • Live Chat sudah selesai.

  • rety kiswandhini
    rety kiswandhini
    Selamat siang dok,

    Saya berumur 29 tahun dan wanita karir, sekarang saya sudah mempunyai anak berumur 2,9 tahun. Suami ingin memiliki anak lagi tetapi saya masih belum siap untuk kehamil yang kedua dikarenakan si kecil yang selalu aktif dan masih butuh perhatian kedua orang tua

    Yang saya ingin tanyakan adalah :

    1. Sebenarnya, kebanyakan seorang ibu merasa jauh lebih tenang bahkan lebih mudah menghadapi kehamilan kedua, sebab merasa telah memiliki pengalaman. Tapi, ada pula seorang ibu yang perasaannya justru tak menentu saat menjalani kehamilan kedua. Apakah ada perbedaan antara kehamilan pertama dan kedua?

    2. Tak cuma kehamilan pertama, kehamilan kedua pun ternyata butuh persiapan dan perencanaan yang baik, tak hanya fisik tapi juga mental. Apa saja yang perlu dipertimbangkan dalam perencanaan kehamilan kedua??

    3. Lalu peran penting suami yg seperti apakah yg sangat diperlukan bagi seorang istri saat mereka merencanakan kehamilan?

    4. Apa kira-kira asupan nutrisi yg baik untuk mengurangi kadar stress saat kita merencanakan kehamilan?

    5. bagaimana jika sdh terlanjur hamil tapi blm mampu mengelola stress dg baik?? Dampak buruk apa saja yg akan timbul bagi janin??

    Mohon solusinya, makasih

    #LiveChatLactamil
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani
      Hai Mama Rety Kiswandhini, saya psikolog nih, bukan dokter :D. Saya jawab pertanyaannya satu per satu ya.



      1. Betul Ma, walaupun sama-sama hamil, kehamilan pertama berbeda dengan kedua. Secara psikologis, pada kehamilan pertama, mama belum berpengalaman sehingga banyak yang dikhawatirkan tentang kehamilan tersebut. Sementara pada kehamilan kedua, berdasarkan pengalaman, mama mungkin bisa memperkirakan proses kehamilannya. Namun karena sudah ada anak pertama, maka yang dikhawatirkan bukan hanya kehamilan tapi juga kondisi anak pertama. Artinya ‘sumber stres’ mama menjadi lebih banyak. Oleh karena itu yang dipersiapkan menjadi lebih banyak



      2. Lagi-lagi mama betul, ada beberapa persiapan yang harus dilakukan oleh mama dan papa, selain persiapan untuk si calon kakak. Berikut ini beberapa persiapan terpenting: Mama dan papa perlu mencermati lagi komunikasi berdua, jika masih banyak ganjalan tentunya perlu segera diperbaiki. Cek juga kesiapan fasilitas dan dana, mulai dari proses hamil, melahirkan, sampai kelak membesarkan 2 anak. Mama dan papa juga perlu mencermati apakah ‘sistem pendukung’ (nenek-kakek, asisten rumah tangga, pengasuh, tetangga, dll) sudah siap untuk bertambahnya bayi.



      3. Papa dan mama sama-sama pentingnya dalam merencanakan kehamilan. Perannya dapat ditentukan bersama, berdasarkan kesepakatan berdua. Contoh, mungkin diinginkan papa lebih cepat pulang sehingga lebih banyak istirahat dan kualitas sperma jadi lebih baik. Atau papa diharapkan ikut berkonsultasi dengan dokter kandungan dalam menjalankan program hamil.



      4. Asupan nutrisi bisa ditanyakan kepada ahli nutrisi, Ma :P



      5. Janin di dalam kandungan sangat tergantung pada asupan nutrisi dan oksigen dari mamanya. Mama yang stres bahkan depresi seringkali berubah pola makannya, mis menjadi malas makan atau sebaliknya makan berlebihan namun kurang bergizi. Demikian pula hormon kortisol menjadi lebih banyak muncul, dan dapat menghambat aliran darah dan oksigen ke dalam rahim, dan mempengaruhi perkembangan janin. Oleh karena itu kalau mama masih kesulitan mengontrol emosi, ada baiknya mama belajar dulu kepada psikolog klinis dewasa, daripada justru membahayakan janin yang dikandung atau calon kakaknya.



      Semoga menjawab ya, Ma!



      Salam,

      @AnnaSurtiNina
    • Live Chat sudah selesai.

  • enny zara
    enny zara
    pagi dokter Anna, saat ini aku sedang merencanakan anak kedua, sebenarnya udah siap banget.. tapi kadang kalo inget gmana sulitnya waktu persalinan pertama yang akhirnya hrs sc, jadi takut sendiri.. gmana ya biar bisa hilangin rasa takutnya.. makasih..
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani
      Hai Mama Enny Zara, saya psikolog nih, bukan dokter :D

      Memang sih tak ada yang bisa memastikan cara mama melahirkan kelak, apakah pasti bisa normal atau kemudian terpaksa operasi. Walaupun demikian, rasa sakit itu adalah bagian dari perjuangan menjadi seorang mama. Justru pengorbanan itulah yang menjadikan mama seorang yang sangat penting buat si kecil, dan apapun yang terjadi ia tak akan bisa melepaskan diri begitu saja dari mama.



      Mama dapat berkonsultasi dengan dokter kandungan tentang proses melahirkan berikutnya, apakah harus operasi lagi atau bisa diusahakan normal, dengan sejarah proses melahirkan mama. Tanyakan segala detil yang mama butuhkan agar mama lebih mendapat kepastian.



      Jika mama masih sangat takut, mama bisa berkonsultasi dengan psikolog klinis dewasa untuk dapat mengelola rasa takut tersebut. Psikolog akan membantu mama menelaah rasa takut dan pada akhirnya dapat menghadapinya dengan gagah.



      Semoga membantu, Ma!



      Salam,

      @AnnaSurtiNina
    • Live Chat sudah selesai.

  • Betty Yuliani Silalahi
    Betty Yuliani Silalahi
    Selamat pagi Mama Anna Surti Ariani, S.Psi, M.Si, Psi. Tema yang sangat cocok/pas untuk saya. Saya seorang Ibu bekerja yang berusia 39 tahun dan mempunyai 1 Putri berusia 29 bulan. Berencana atau sedang program mempunyai Anak kedua (memberikan Adik untuk Si Kecil). Si Kecil jika Saya dan Suami tanyakan : "Lexa mau Adik"? Lexa jawabnya : "Ngak, ngak mau". Padahal kalau Si Kecil Lexa melihat atau sedang bersama Dede Bayi (Anak Tetangga maupun Adik Sepupunya), Si Kecil senang sekali dan suka gemes sama Baby. Jadi suka masih ragu jika mendengar jawaban Si Kecil yang suka menolak punya Dede Bayi. Yang menjadi pertanyaan saya :

    1. Bagaimana cara pendekatan yang efektif dan membuat nyaman Si Kecil untuk memberikan pencerahan sesuai usianya 29 bulan?

    2. Apa saja yang harus dan baiknya dipersiapkan untuk mempunyai Momongan lagi/merencanakan Kehamilan Kedua?

    3. Idealnya, Berapa jarak usia antara Si Kakak dengan Kehamilan kedua seorang Ibu?

    4. Apakah benar akurat dengan program hamil untuk mempunyai Anak yang berjenis kelamin Laki-laki maupun Perempuan? (Karena keinginan dan kebutuhan mempunyai Anak Kedua berjenis Kelamin Laki-laki, jadi pas dan lengkap dua Anak saja).

    5. Kecemburuan diantara Kakak Adik di dalam suatu Keluarga, apakah memang suatu hal yang umum dan selalu terjadi? Serta Apakah ada penelitian yang mendukung/membuktikan adanya Kecemburuan antara Kakak dan Adik di dalam suatu Keluarga ditinjau dari Jenis Kelaminnya? Bagaimana Tips untuk meminimalisir Kecemburuan diantara Kakak Adik tersebut?

    Terimakasih banyak sebelumnya Mama Anna Surti Ariani, S.Psi, M.Si, Psi.
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani
      Hai Mama Betty Yuliani Silalahi, terima kasih pertanyaannya ya. Saya jawab satu per satu di bawah ini.

      1. Kalaupun si calon kakak bilang tak mau punya adik, pada usia ini, tak berarti ia betul-betul menolak sama sekali. Ia mungkin belum terbayang bagaimana rasanya punya adik, atau mengira punya adik itu menyebalkan. Jika mama dan papa bisa meyakinkan bahwa adik akan menyenangkan, sangat mungkin ia mau. Sudah bagus kok memberi kesempatan baginya untuk berkenalan dengan adik bayi lain. Fotolah ia saat sedang bermain seru dengan bayi lain. Di kesempatan lain, tunjukkan foto tersebut, dan sampaikan betapa serunya ia bermain dengan si bayi, dan kelak ia akan bermain seru seperti itu juga dengan adiknya sendiri, setiap hari.



      2. Sesungguhnya yang lebih perlu disiapkan untuk kehamilan kedua adalah mental mama dan papa. Sudah siapkah mama dan papa menambah momongan? Bisa dicek dari mana? Coba bicarakan berdua tentang hal-hal berikut: Apakah kehidupan perkawinan mama dan papa sudah sesuai dengan yang diharapkan? Apakah dalam waktu dekat mama dan papa mampu mempersiapkan fasilitas dan dana untuk proses hamil, melahirkan, dan membesarkan anak tambahan? Apakah ‘sistem pendukung’ (mis nenek-kakek, asisten rumah tangga, pengasuh, dll) sudah siap untuk ditambahi kerepotan lagi?



      3. Ma, kalau usia mama sudah 39, maka yang penting dibicarakan bukanlah lagi jarak usia antara kakak dan adik, namun usia mama sendiri. Di atas 35 tahun, sudah semakin sulit buat seorang wanita untuk berhasil hamil. Oleh karena itu, jika memang ingin menambah anak, segeralah buat janji dengan dokter kandungan untuk program hamil.



      4. Sejauh yang saya tahu, kini tak diperkenankan lagi program hamil yang memilih jenis kelamin anak. Ada banyak sekali alasannya. Coba langsung konsultasikan saja kepada dokter kandungan.



      5. Betul Ma, kecemburuan antara kakak dan adik adalah hal yang wajar. Justru dari kecemburuan ini kakak dan adik punya kesempatan belajar untuk bertoleransi, bekerja sama, bernegosiasi, dll. Penelitian menyebutkan bahwa pertengkaran saudara kandung lebih banyak terjadi pada saudara kandung yang jarak usianya dekat dan jenis kelaminnya sama, dibanding variasi lain saudara kandung. Namun jangan terlalu takut dengan hasil penelitian tersebut, yakinlah bahwa ketika kita berhasil membantu anak-anak mengatasi pertengkaran dan kecemburuan mereka, manfaat buat mereka akan lebih besar. Ada banyak tip penting, namun yang terpenting ada 2: jangan membandingkan kedua anak, dan milikilah waktu spesial dengan masing-masing anak tanpa ada saudara kandungnya.



      Semoga membantu, Ma!



      Salam, @AnnaSurtiNina
    • Betty Yuliani Silalahi
      Betty Yuliani Silalahi
      Wah, sangat membuka pemikiran saya atas Penjelasan ya Mama Anna Surti Ariani paparkan. Terimakasih banyak Pencerahannya Mama Anna Surti Ariani. Sangat memacu saya untuk program Anak kedua, melihat usia saya yang mau 40 tahun. Terimakasih banyak Mama Anna Surti Ariani
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani
      Sama-sama terima kasih, Ma! Semoga sukses ya!



      Salam,

      @AnnaSurtiNina
    • Live Chat sudah selesai.

  • Desi lestari
    Desi lestari
    Siank mam,

    Gimana ya mam cara mempersiapkan mental anak pertama agar nanti tidak da sikap iri ataupun yg lain kepada adiknya nanti ,trimakasih mam
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani
      Hai Mama Desi Lestari, terima kasih pertanyaannya ya.

      Ma, sebetulnya persiapan untuk calon kakak akan tergantung pada usianya. Kakak yang masih batita akan agak berbeda dibanding balita atau anak lebih besar.



      Secara garis besar, calon kakak perlu tahu dulu apa itu bayi, bahwa bayi akan tumbuh besar di dalam perut mama. Mama bisa kenalkan kepada kenalan mama yang sedang hamil atau sedang memiliki bayi, sehingga calon kakak lebih mengerti ‘bentuk calon adik’. Katakan secara menyenangkan, misalnya bahwa si adik kecil itu lucu sekali dan akan menyayangi si calon kakak, akan bisa menjadi teman main yang seru. Ajak calon kakak berpikir apa yang akan ia mainkan bersama dengan adiknya kelak dan praktekkan itu dengan mama.



      Kalaupun sudah dipersiapkan, tak berarti sama sekali kakak tak iri lho, Ma. Wajar sekali kok ada rasa iri antara saudara kandung. Yang penting, jangan sampai rasa iri membuat mereka jadi membenci satu sama lain. Oleh karena itu, kelak ketika adiknya lahir, janganlah mama dan papa membandingkan kakak dengan adik. Biarkan mereka berkembang dengan keunikan masing-masing. Usahakan memberikan waktu spesial untuk masing-masing anak, tanpa diganggu oleh saudara kandungnya. Dengan demikian, anak akan tetap merasa disayang oleh mama dan papa walaupun ada kehadiran adiknya.



      Selamat mempersiapkan si calon kakak, Ma!



      Salam,

      @AnnaSurtiNina
    • Live Chat sudah selesai.

  • rini khumayroh
    rini khumayroh
    Selamat pagi dokter....mau tanya ya dok

    Bagaimana caranya agar kita bisa merencanakan kehamilan kedua tanpa rasa takut akan menimbulkan kecemburuan pada si kakak nantinya ketika sang adik lahir?Karena kebanyakan si kakak merasa tersisih saat perhatian sebagian besar keluarga sedikit beralih untuk sang adik yg baru lahir dan memang membutuhkan perhatian lebih...

    Terimakasih sebelumnya dokter
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani
      Hai Ma, terima kasih pertanyaannya. Saya psikolog nih, bukan dokter :D

      Betul sekali Ma, kalau si calon kakak tak betul-betul dipersiapkan, ia mungkin akan merasa tersisih saat adiknya lahir. Walaupun begitu, apabila mama bisa bekerja sama dengan papa dan sistem pendukung (nenek-kakek, pengasuh, asisten rumah tangga, keluarga besar, tetangga, dll), maka kekhawatiran ini bisa diminimalkan.



      Nantinya sejak awal kakak dapat diberitahukan bahwa ia akan memiliki adik bayi (tunjuk bayi lain atau gambar bayi), yang akan tumbuh di dalam perut mama (tunjuk foto mama lain yang sedang hamil). Sampaikan bahwa ia akan menjadi kakak yang hebat bagi adiknya, dan adiknya akan sayang sekali kepadanya sebagai kakak.



      Selalu ingatkan keluarga besar supaya tak membandingkan kakak dengan adik, juga tak meminta kakak menjadi contoh buat adik (karena itu akan membebani si kakak). Ingatkan juga mereka agar tetap mengajak main si kakak, jangan terus bermain dengan si adik. Demikian pula mama, sesekali kelak tetaplah bermain dengan kakak berdua saja sementara adik bermain dengan papa atau nenek-kakek.



      Salam,

      @AnnaSurtiNina
    • rini khumayroh
      rini khumayroh
      Iy bu Anna...hehe maaf salah panggil dokter....

      Terima kasih pencerahannya ya bunda...semoga kelak bisa praktek ketika sudah ada promil anak kedua....terima kasih ilmunya
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani
      Hahahaha, nggak papa, Ma! Selamat mempraktekkan ya :D



      Salam,

      @AnnaSurtiNina
    • Live Chat sudah selesai.