Search logo Menu logo

Live Chat Bersama Ahli

Anna Surti Ariani

Tips dan Manfaat si Kecil Tumbuh Bahagia

Anna Surti Ariani Ahli Psikologi Anak
Live Chat

Hai Mama, Live Chat kali ini sudah ditutup ya. Terima kasih bagi Mama yang sudah berpartisipasi. Bagi Mama yang pertanyaannya belum dijawab harap ditunggu, akan segera dijawab oleh Anna Surti Ariani. Ditunggu juga pengumuman 10 pemenang yang akan mendapatkan paket eksklusif dari Lactamil.

Sejarah Live Chat Member Lainnya
  • Yuni Dalwati
    Yuni Dalwati
    Halo Mama Care dan Halo Bunda Anna, saya mempunyai anak perempuan yang sekarang berusia 3 Thn 2 Bulan, sekarang dia sedang aktif-aktifnya dalam ingin mengetahui hal-hal yang baru, tapi kebanyakan saya sering melarang, bagaimana menurut Bunda Anna, apakah terlalu berlebihan jika kita selaku orang tua sering membatasi ruang untuk anak dan bagaimana solusinya jika menghadapi anak yang masanya seperti ini, dan apakah juga berpengaruh dengan tumbuh kembangnya nanti, sebelumnya terima kasih bun
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Halo juga Mama Yuni!

      Senang sekali memiliki si kecil yang aktif dan selalu ingin tahu. Soal melarang, biasanya semakin dilarang, si kecil justru semakin penasaran, bukan? Oleh karena itu daripada melarang, sebetulnya ada beberapa teknik lain yang bisa dilakukan. Ada teknik pilihan, yaitu memberikan 2-3 pilihan yang sudah Mama setujui untuk dipilih si kecil. Jika si kecil memilih yang lain, kembalikan nyatakan dengan jelas bahwa yang bisa dipilih adalah 2-3 pilihan tadi. Ada pula teknik mengalihkan, yaitu mencoba menarik perhatian si kecil ke kegiatan lain yang lebih kita perkenankan. Teknik lain lagi adalah mengikuti dulu si kecil yang melakukan kegiatan yang akan kita larang, tapi setelah beberapa saat kita terlibat, lalu kita ajak melakukan kegiatan lain. Anak merasa rasa penasarannya sudah terpenuhi, tapi segera memindahkan perhatiannya pada hal lain yang diperkenankan Mama.

      Intinya sih Ma, kalau ingin melarang, maka Mama perlu memikirkan hal lain yang dapat dilakukan si kecil. Tentunya hal lain adalah sesuatu yang menarik hatinya. Kalau hanya melarang saja tanpa memberikan alternatif, maka si kecil cenderung merasa dibatasi, dan tentunya ini mengurangi kebahagiaanya.

      Semoga dapat mencoba ya Ma!

       

      Salam, @AnnaSurtiNina

    • Live Chat sudah selesai.

  • Alya rahmawati
    Alya rahmawati
    selamat sore mama Anna
    saya mau tanya ma , apa c bedanya memanjakan dan membuat anak agar slalu bahagia ? apa dampaknya kalo kita terlalu menuruti keinginan anak, dan bagaimana melihat anak itu memang sedang bahaigia atau tidak ? anak saya 26 bulan, namanya ibu pasti pengen nya anak bahagia tapi kadang takut itu jadi berlebihan dan menyebabkan anak manja saat besar nanti . terimakasih jawabannya
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Selamat sore juga Mama Alya.

      Pertama, tak mungkin si kecil selalu bahagia. Akan ada masanya si kecil merasa sedih, marah, ataupun kecewa. Bagaimanapun itu semua adalah emosi normal, dan perlu dialami oleh si kecil. Kalau ia tak pernah sedih, marah atau kecewa, bagaimana ia bisa menghargai kebahagiaan yang diperolehnya?

      Kedua, berbeda lho Ma, antara memanjakan si kecil dengan membuat si kecil bahagia. Memanjakan, biasanya berarti berusaha memenuhi keinginan anak yang belum tentu adalah kebutuhannya. Anak dipermudah hidupnya, kurang diajari caranya untuk bertahan hidup seperti melakukan kegiatan bantu diri (mandi sendiri, makan sendiri, dan kegiatan mandiri lain) secara mandiri. Dalam jangka panjang terus terang memanjakan anak tidak membuat si kecil bahagia, walaupun kesannya saat ini dia senang sekali. Mengapa? Karena pada dasarnya ketrampilan hidupnya kurang terasah.

      Mengasah ketrampilan hidup, misalnya untuk menjadi tangguh, trampil, mandiri, bukanlah hal yang selalu menyenangkan buat si kecil. Namun hal ini amat sangat dibutuhkan oleh si kecil, agar kelak ia mampu menghadapi semua hambatan dalam hidupnya. Untuk dapat mengasah ketrampilan hidup, anak perlu diajari melakukan berbagai kegiatan bantu diri secara mandiri, dituntut untuk berusaha sebelum mendapatkan sesuatu (misalnya harus minta dengan sopan, tak boleh menjerit-jerit), juga dibantu agar mengikuti aturan lewat teknik-teknik disiplin penuh cinta. Kadang si kecil tak suka menjalankannya, karena ia belum paham bahwa hal ini ia butuhkan kelak. Namun itulah perlunya konsistensi dari orangtua. Jika menjalankan ini, maka dalam jangka panjang si kecil akan tumbuh menjadi individu yang jauh lebih bahagia.

      Satu lagi, si kecil juga perlu terus diajari untuk bersyukur. Bukankah semakin banyak yang disyukuri, maka kita semakin bahagia?

      Selamat terus membuat si kecil bahagia, Ma!

       

      Salam, @AnnaSurtiNina

    • Live Chat sudah selesai.

  • ika sugiarti
    ika sugiarti
    selamat siang Dr. Anna.
    saya punya ank baby br berumur 9bln,,saya mohon tips nya donk gmn seh cara anak supaya selalu bahagia,saya tidak mengerti bagaimana agar tumbuh kembang baby saya bahagia dan apa pengaruh nya jika kami sebagai ortua bertengkar,,apa itu jg akan mempengaruhi ank tuk tumbuh bahagia? apa manfaat nya bila sekecil tumbuh bahagia di masa kelak besar nnt,,apa itu jg akn berpengaruh dokter? terimakasih
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      hai Mama Iamphintiey7, saya psikolog nih bukan dokter, hehehe.

      Terus terang nih tak mungkin kalau si kecil terus bahagia. Ia tetap membutuhkan emosi lain dalam hidupnya, termasuk emosi marah, sedih, kecewa dan lain-lain. Justru kalau ia pernah mengalami macam-macam emosi negatif, dan ia tahu rasanya emosi bahagia, maka si kecil dapat lebih menghargai kebahagiaan yang diraihnya.

      Jika Mama dan Papa perlu bertengkar, lakukan tanpa terlihat atau terdengar oleh si kecil. Kalaupun sampai terlihat atau terdengar, pastikan si kecil juga melihat bahwa setelah pertengkaran selesai, Mama dan Papa terlihat lebih bahagia. Hal terakhir ini yang membuat si kecil belajar bahwa pertengkaran bukanlah hal yang perlu dihindari, bahkan dapat menjadi salah satu jalan untuk menjadi lebih bahagia.

      Jika Mama dan Papa terlalu sering bertengkar, Mama dan Papa cenderung kurang bahagia, dan ini bisa berefek negatif pada si kecil. Jika ini terjadi, Mama dan Papa membutuhkan bantuan dari profesional agar dapat segera menangani permasalahan sampai tuntas. Coba bicarakan dengan Papa, agar dapat segera menyelesaikan masalah. Kalaupun Papa belum ingin terlibat, tak apa, Mama bisa kok datang sendiri dulu.

      Semoga menjawab ya Ma.  

       

      Salam, @AnnaSurtiNina

    • Live Chat sudah selesai.

  • erni katty
    erni katty
    Selamat sore bu Anna,saya ibu dari 2 org anak, yg prtama usia 3,5 thn dan yg kedua 1 thn, saat ini semaksimal mgkn semua perhatian tertuju pd anak2 saya,apa yg mreka mau sebisa mgkn kami turuti agar mnyenangkan hati mreka, yg jd pertanyaan saya bu, bila mreka dbahagiakan sejak kecil dampaknya bagaimana utk mreka besar nanti?
    Terimakasih ats prhatiannya bu Anna,
    Salam,
    Erni
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Selamat sore juga Mama Erni Katty.

      Terus terang nih, yang namanya membahagiakan anak itu bukan berarti selalu memenuhi  semua yang diinginkan anak lho. Dalam jangka pendek, dipenuhi kemauannya memang membuat anak terlihat terus bahagia, tapi dalam jangka panjang itu akan justru merugikan buat anak. Anak tetap perlu juga belajar membatasi diri, juga memilah mana yang betul dibutuhkan, dan mana yang sebetulnya tak diperlukan hanya sekadar ingin saja. Proses belajar ini tak selalu menyenangkan buat anak, kadang membuat anak menangis dan terlihat tak senang. Namun proses belajar ini sangat dibutuhkan oleh si kecil. Bayangkan kalau ketika dewasa kelak ia bingung karena tak semua keinginannya dapat tercapai, berkurang kan kesempatannya untuk bahagia. Sebaliknya kalau ia tahu bahwa ia harus berusaha dulu, baru dapat mencapai apa yang diinginkan, maka ia akan menjalani proses dengan sebaik-baiknya, sehingga memperbesar kemungkinan mencapai apa yang diinginkan, dan memperbesar kemungkinan jadi bahagia.

      Intinya nih Ma, anak juga membutuhkan batasan kok. Mereka tetap perlu pagar berupa aturan dan disiplin. Jika selama memenuhi keinginan si kecil, Mama tetap mementingkan pagar ini, tentunya si kecil akan lebih bahagia. Selamat terus memperhatikan si kecil ya Ma!

       

      Salam, @AnnaSurtiNina

    • Live Chat sudah selesai.

  • Fransisca
    Fransisca
    Selamat sore mama ana ...
    Saya punya anak 1 , usia nya 1 tahun 4 bulan ,,,
    Kebanyakan aktifitas anak saya di lakukan di dalam rumah dan pintu selalu tertutup,karna saya agak khawatir klo anak saya bergaul di lingkungan sekitar akan menjadi nakal soalnya mayoritas anak anak di sekitar rumah usia 4 tahun keatas dan kurang perhatian orang tuanya serta didikan yg oke , jadi saya takut anak saya ketularan sifat2 nakal yg gx baik .... dan bila saya buka pintu rumah ada ank yg lewat anak saya kesukaan mama ,,, tapi ithu pun saya banyak rewelnya jika dia turun ,, gx boleh ini gax boleh ithu ,, takut maduk parit dll ,,dan anak saya nurutin aja kata mama nya ,,, tapi saya bingung mau bersikap kayak gimna ?
    Apakah ada pengaruh nya ya ma kalo saya berbuat begitu terhadap anak ?
    Dan apa yang harus saya lakukan ma ?
    Apa nanti ada pengaruh ke tumbuh kembang anak ya ma ?
    Terimakasih mama
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Selamat sore juga Mama Zain.

      Ma, pada dasarnya semakin besar anak maka anak akan semakin kreatif, dan makin banyak maunya. Itu adalah efek tumbuh kembang. Ini tak selalu karena lingkungan saja. Artinya, walaupun Mama ‘mengurungnya’ di dalam rumah, akan tiba waktunya si kecil menjadi ‘nakal’. Biasanya mulai usia 1 tahunan si kecil akan cenderung lebih banyak membangkang, dan ini adalah hal yang kita tunggu-tunggu karena menunjukkan perkembangan emosinya normal. Walaupun demikian, kalau Mama mendidik dengan disiplin positif penuh cinta, tentunya si kecil akan tetap lebih mudah diatur, dibandingkan mereka yang dididik dengan dimanja ataupun dengan paksaan.

      Kalau si kecil tak pernah bergaul, atau banyak mendapat kritik dalam bergaul (tak boleh ini itu), maka si kecil justru akan mengalami kesulitan bersosialisasi. Ia cenderung jadi peragu, atau sebaliknya jadi pembangkang, tergantung temperamen dasarnya juga kok. Bukan ini kan yang Mama mau.

      Saran saya, Mama tetap perlu memperbanyak kesempatan si kecil bergaul dengan berbagai jenis teman. Teman yang usianya lebih tua akan membantu si kecil belajar menjadi pengikut, sekaligus memperluas wawasan si kecil (yah, walaupun termasuk juga wawasan yang kurang baik sih, tapi ada banyak juga wawasan baik). Teman yang usianya lebih kecil akan membuat si kecil belajar menjadi pemimpin. Sementara itu, teman seusia akan membantu si kecil belajar bekerjasama. Kalau Mama tak puas dengan anak-anak di lingkungan dekat rumah, Mama tetap perlu mencarikan teman buat si kecil. Bisa juga dengan mengenalkan pada anak-anak dari teman-teman Mama.

      Selamat mencoba, Ma!

       

      Salam, @AnnaSurtiNina

    • Live Chat sudah selesai.

  • theresia chandra nugraheni
    theresia chandra nugraheni
    Selamat siang Mama Care dan ibu Anna, anak saya clara 2 th 9bl sedang aktif bereksplorasi dg dunia luar. Banyak berbincang dengan teman dan tetangga. Juga belajar keberanian menyapa tamu yg bertandang. Dia sangat riang dan sehat. Nah saat ini ada hal yg mengganjal saya. Ketika pulang bermain dan mencari Saya sambil menangis. Pdh biasanya ceria jika pulang. Katanya ada tetangga yang (menggoda) bilang ke Clara : kalau mamanya mau di minta. Mainannya disembunyikan. Dan kadang membuat keusilan yg bagi t etangga saya hal tsb lucu. Dg Clara menangis sebab takut benar2 mamanya di minta sama tetangga, kok merasa senang. Seperti anak2 polos ini sebagai hiburan saja. Saya tdk tega membiarkan si kecil digoda dan ditakuti. Shg skrg dia jika mau main selalu was was kalau mamanya 'hilang' . sangat menyedihkan. Keriangannya jd berkurang karena ada rasa kuatir pd dirinya. Bagaimana sy harus menyikapinya? Krn sy sdh bbrp kali mengutarakan keberatan sy jika org dewasa menjadikan ketakutan anak2 sbg hiburan. Apakah harus mainan di rumah saja? Tentu dia akan bosan. Mohon saran Ibu Anna Surti. Trimakasih. Salam. Mama Chandra
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Hai Mama Chandra.

      Memang betul sekali dalam budaya kita, ketakutan anak kadang dianggap hal yang lucu bagi orang dewasa. Saya setuju bahwa hal ini kurang baik buat anak. Walaupun demikian, sulit sekali kalau kita mengubah orang lain, bukan? Jauh lebih mudah kalau kita mengubah diri kita kan. Bukan berarti kita menyetujui hal tersebut, namun kita dapat mengatur reaksi kita terhadap hal tersebut.

      Pada saat ini, Mama dapat kembali menguatkan Clara dengan terus mengatakan bahwa Mama tak bisa diminta. Yakinkan Clara bahwa kalau Mama pergi, Mama akan berusaha untuk pamit, dan tak akan sembunyi-sembunyi pergi. Yakinkan berulang kali dan buktikan, sesekali sambil menemani si kecil bermain ke tetangga. Jika si kecil sudah kembali yakin, maka apapun yang dikatakan tetangga tersebut tak akan mempengaruhinya. Ia sudah tahu mana yang dapat dipercaya dan mana yang tak perlu dipercaya. Bagaimanapun godaan dari tetangga adalah realitas hidupnya, dan Clara perlu sedikit demi sedikit belajar menerima realitas hidup, tentunya dengan bantuan pendampingan dari Mama dan Papa.

      Kalau Mama bertemu langsung dengan si tetangga pada saat ia menggoda, Mama bisa menetralisir, misalnya dengan tertawa, lalu mengucapkan, “Nggak mungkin dong Clara, Clara udah tahu kan Mama nggak bisa diminta.” Ungkapan penetralisir semacam ini sangat dibutuhkan untuk menguatkan Clara, agar ia lebih percaya pada Mama. Semoga menjawab ya Ma.

       

      Salam, @AnnaSurtiNina

    • Live Chat sudah selesai.

  • Santy Manis
    Santy Manis
    selamat siang mama anna anak saya usia 3,6 thn dia suka sekali bermain belajar tapi tetap saya dampingin karena aku gak mau melewatkan masa2 kecil anakku ,agar sikecil tumbuh bahagia apakah dengan cara memberikan gizi seimbang dan memberikan lingkungan bersih dan selalu memberikan mainan yang ia suka
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Hai Mama Santy,

      Senang sekali bisa terus mendampingi si kecil. Tentunya bukan hanya si kecil yang bahagia, namun mamanya juga, betul kan. Betul kok, gizi seimbang, banyak bergerak lewat bermain, lingkungan bersih, istirahat cukup, itu adalah kebutuhan dasar si kecil. Di luar itu ia membutuhkan pendampingan oleh orangtuanya. Jika kebutuhan-kebutuhan tersebut terpenuhi, maka kesempatan si kecil menjadi bahagia lebih besar tentunya.

      Khusus untuk  memberikan mainan yang ia sukai, perlu dilihat dulu. Apakah ia meminta mainan tersebut dengan rewel atau memang lewat proses berusaha dulu. Jika lewat proses berusaha, misalnya lewat teknik token system http://chirpstory.com/li/6090 , anak cenderung lebih bahagia. Mainan pun tak hanya yang ia sukai, karena kitapun tetap perlu memberikan stimulasi untuk berbagai macam hal, termasuk hal-hal yang mungkin tak ia sukai. Saya percaya Mama akan sanggup melakukannya.

      Selamat meneruskan membuat si kecil bahagia, Ma!

       

      Salam, @AnnaSurtiNina

    • Live Chat sudah selesai.

  • Nisa Riezqya Fahminovia
    Nisa Riezqya Fahminovia
    Selamat siang Mama Anna. Saya termasuk ibu yang mungkin terlalu terobsesi sehingga mengajarkan banyak hal kepada anak sedini mungkin. Contoh kecilnya, jika ibu lain menyuapi anaknya sambil digendong atau jalan-jalan, saya berusaha membuatnya makan sambil duduk manis di ruangan. Jika ibu lain membelikan anaknya gadget, saya memilih membelikannya buku cerita, dsb. Apa pola didik saya ini akan membuatnya merasa berbeda dengan anak lain & enggan untuk bersosialisasi? Jika saya mengajarkannya sejak dini keterampilan yang biasa didapatkan anak usia sekolah (misalnya calistung), apa hal tersebut akan membuatnya terbebani & tumbuh menjadi anak yang kurang bahagia?
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Selamat siang juga Mama Nca,

      Ma, terus terang nih, si kecil memang harusnya makan sambil duduk manis, dan jauh lebih baik bermain dengan permainan non gadget atau membaca buku. Justru kalau si kecil terus disuapi, apalagi sambil digendong atau jalan-jalan, itu pendekatan yang salah. Yang Mama lakukan itu adalah usaha membuat si kecil mengikuti aturan (makan sambil duduk), dan juga belajar menikmati segala hal, bukan gadget saja. Artinya Mama sedang berusaha membuat kesempatan bahagia si kecil menjadi lebih besar. Jadi, tak usah terlalu khawatir Ma. Lanjutkan ya pendekatan itu.

      Yang menjadi catatan adalah kalau Mama memaksakan si kecil dalam usaha untuk membuat si kecil mengikuti aturan. Apalagi kalau Mama memaksakan sambil marah-marah, dan banyak menghukum si kecil. Jika yang terakhir ini yang Mama lakukan, tentunya kebahagiaan si kecil juga cenderung berkurang karena banyaknya konflik dengan Mama. Namun kalau Mama melakukannya dengan cara-cara yang menyenangkan, tentu saja sama sekali tak masalah dengan pendekatan itu.

      Secara khusus calistung, belum perlu diperkenalkan pada balita. Balita jauh lebih membutuhkan pracalistung dibandingkan calistung. Artinya, yang perlu dibangun adalah kemampuan koordinasi motorik, juga memahami beberapa konsep dasar. Jika dua hal besar ini belum terpenuhi, akan amat sulit bagi si kecil belajar calistung, dan hal itu hanya jadi paksaan saja. Ada banyak trik untuk mengajarkan pracalistung, saya pernah membahasnya di akun twitter saya bulan Juni tahun lalu. Moga-moga Mama bisa menemukannya.

      Selamat meneruskan usaha membuat si kecil bahagia, Ma!

       

      Salam, @AnnaSurtiNina

    • Live Chat sudah selesai.

  • Oktaviani sinaga
    Oktaviani sinaga
    Selamat siang dokter, anak saya lionel ( 6 tahun ) suka sekali dengan satu permainan saja yaitu bermain bola kaki. saya melihat dia begitu bahagia dan puas jika sudah selesai bermain bola. Meski capek dan berkeringat dia tetap ceria. Nah pernah suatu kali saya menawarkan permainan lain seperti menyusun puzzle, eh dia malah nolak. saya tawarkan permainan lain seperti bulutangkis dia juga enggan memainkannya. pertanyaan saya apakah dengan menyukai satu permainan yang membuat dia senang/bahagia tidak mengganggu tumbuh kembangnya?demikian pertanyaan saya dok, terimakasih sebelumnya.
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Selamat siang juga Mama Okta Sinaga, saya psikolog lho, bukan dokter, hehehe.

      Pada anak-anak, kalau ia hanya mau pada permainan tertentu saja, atau hanya suka gaya tertentu untuk melakukan kegiatannya, kita justru perlu mencurigai bahwa ia mengalami kesulitan untuk melakukan kegiatan yang lain. Mungkin saja si kecil selama ini jago bermain bola kaki, namun mengalami kesulitan untu bermain puzzle atau bulu tangkis, sehingga kurang percaya diri untuk mencoba. Kalau terus saja ia hanya bisa bermain bola kaki, misalnya nih suatu hari kelak ada suatu kejadian yang membuat ia tak lagi bisa main bola kaki, misalnya kakinya patah (moga-moga sih tak kejadian), ia bisa kehilangan kesempatannya untuk berbahagia. Sementara kalau ia tetap punya minat dan kemampuan lain pada saat itu, kesempatannya jadi bahagia terbuka lebih lebar kan.

      Oleh karena itu, walaupun ia hanya suka bola kaki, Mama tetap perlu memperkenalkannya dengan kegiatan-kegiatan lain. Bisa dengan cara ini, sebutkan bahwa anak boleh bermain bola kaki, tapi setelah berhasil menyelesaikan puzzle, atau setelah bermain bulu tangkis 15 menit. Jika ia menolak, maka tahan dulu bolanya sehingga ia tak bisa bermain. Mungkin ia akan rewel, tapi setelah ia tahu bahwa betul kok Mama akan memberikan bolanya setelah ia memainkan yang lain, maka ia akan lebih mau bekerjasama.

      Jika si kecil telah mencoba, maka Mama perlu sekali memberikan pujian kepadanya. Berikan pujian dengan cara yang tepat, ada contohnya di sini: http://chirpstory.com/li/45902

      Selamat mencoba, Ma!

       

      Salam, @AnnaSurtiNina

    • Live Chat sudah selesai.

  • dessy sofariyanti
    dessy sofariyanti
    Selamat siang bu anna surti, anak saya perempuan usia 3tahun. Kadang anak saya suka gak betah di rumah pengennya maen terus kalo pulang ke rumah pasti rewel. Pertanyaan saya,apakah jika anak rewel tandanya dia tidak bahagia lalu bagaimana cara saya membuat anak bahagia tanpa memanjakan anak?
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Selamat siang juga Mama Eci.

      Ma, rewel bisa disebabkan apapun. Bisa karena kelelahan, masih ingin bermain, ada masalah di rumah teman, dan sebab-sebab lain. Rewel kadang juga berarti protes terhadap aturan. Lalu apakah jadinya tak perlu diatur? Bukan begitu, Ma. Si kecil tetap perlu kita bantu untuk belajar mengikuti aturan. Kelak ketika dewasa, ia toh tetap perlu mengikuti aturan, dan ia belajar sejak kecil. Kalau ia gagal kelak, ia jadi tak bahagia. Justru kalau ia tak bisa diatur, ia jadi kurang bahagia lho. Sementara kalau sejak kecil ia berhasil mengikuti aturan, ia akan lebih bahagia. Coba deh mengatur si kecil dengan teknik jam dinding seperti http://chirpstory.com/li/16292

      Selamat mencoba, Ma!

       

      Salam, @AnnaSurtiNina

    • Live Chat sudah selesai.