Search logo Menu logo

Live Chat Bersama Ahli

Anna Surti Ariani

Tips dan Manfaat si Kecil Tumbuh Bahagia

Anna Surti Ariani Ahli Psikologi Anak
Live Chat

Hai Mama, Live Chat kali ini sudah ditutup ya. Terima kasih bagi Mama yang sudah berpartisipasi. Bagi Mama yang pertanyaannya belum dijawab harap ditunggu, akan segera dijawab oleh Anna Surti Ariani. Ditunggu juga pengumuman 10 pemenang yang akan mendapatkan paket eksklusif dari Lactamil.

Sejarah Live Chat Member Lainnya
  • Mervin Hadianto
    Mervin Hadianto
    Selamat siang, Bu Anna, saya punya 2 anak cowok, yang satu umur 3 th 11 bulan, dan adiknya umur 1 th 6 bulan, anak saya yang pertama punya sifat koleris, gak gampang nurut, penginnya menang sendiri, dan jadi tukang perintah. Bagaimana tips cara mendidik anak dengan sifat demikian agar ia melunak dari sikapnya, namun tetap bisa tumbuh kembang dengan bahagia. Dengan saya sepertinya kurang cocok karena sifat dasar saya melankolis, sementara dg istri saya masih bisa nurut karena ada unsur kolerisnya juga. Terimakasih.
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Selamat siang juga Papa Mervin Hadianto.

      Wajar sekali kok kalau si 3 tahun cenderung keras kepala, karena tahap perkembangan emosinya memang di area tersebut. Cermati saja apakah ia akan berkembang sebagai individu koleris, atau jangan-jangan menjadi si cerdas yang berdaya juang tinggi.

      Supaya si kecil bahagia, tentunya kebutuhannya perlu dipenuhi. Kebutuhan ya, bukan keinginan semata. Artinya orangtua perlu terus memastikan bahwa si kecil mendapat asupan nutrisi yang baik, banyak bergerak bertujuan, dan cukup beristirahat. Selain itu, mama dan papa juga perlu banyak mengajaknya bermain dan mengobrol, serta tetap perlu menjalankan disiplin penuh cinta.  Anak bisa berbahagia kalau ia mendapatkan keluarga penuh cinta, iapun mendapatkan pengarahan yang tepat lewat disiplin penuh cinta.

      Kalau ia selalu mendapatkan apa yang ia inginkan dengan perintahnya, ia tentu senang karena merasa bisa menguasai lingkungannya. Namun kalau selalu seperti ini, tidak berarti ia bahagia, karena ia justru kurang mendapat batasan. Ia membutuhkan pagar berupa aturan-aturan untuk mengatur dirinya juga kok. Berada di dalam pagar tersebut si kecil akan merasa aman dan nyaman dan tentunya jadi jauh lebih bahagia.  Sesekali si kecil perlu dibiarkan memerintah seluruh isi rumah, lain kali ia perlu diajak mengikuti aturan yang diberikan papa dan mama. Walaupun Papa merasa kurang cocok dengan dia, tak berarti lepas tangan kan. Bagaimanapun si kecil tetap amat sangat membutuhkan papanya. Targetnya bukan si kecil melunak, tapi agar si kecil bisa mengikuti aturan. Papa bisa melakukan berbagai teknik disiplin yang kreatif untuk membuat si kecil menurut, namun tanpa paksaan. Ada contohnya di sini: http://chirpstory.com/li/16561

      Selamat mencoba, Pa!

       

      Salam, @AnnaSurtiNina

    • Live Chat sudah selesai.

  • aftria suci zuliana
    aftria suci zuliana
    siang bunda Anna anak saya umur 3.5 tahun laki-laki apakah memanjakan anak bisa buat anak bahagia?contoh selalu menuruti kemauan anak dengan membelikan mainan kesukaanya dan membuat masakan yang enak-enak buat anak?tapi kok efeknya anak jadi nakal ya bunda karena sangat jarang dimarahi dan lebih gampang nangis kalau ga dituruti?kira-kira tips yang cocok agar anak tetep bahagia tanpa dimanja apa ya bunda?trmksh
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Selamat siang juga Mama Suci.

      Betul sekali, kalau anak selalu dipenuhi keinginannya ketika ia menangis, dengan hanya sedikit atau sama sekali tak diberi tantangan, maka anak cenderung lebih cengeng. Mengapa? Karena ia belajar bahwa dengan menangis, ia akan mendapatkan apa yang ia inginkan. Artinya, supaya tak terjadi lagi, pola ini harus diubah. Justru kalau ia menangis, ia tak perlu mendapatkan apa yang ia inginkan. Kalau ia minta sesuatu, maka ia harus memintanya dengan cara yang sopan, baru setelahnya diberi. Kalau yang diminta memang tak boleh untuknya, misalnya karena berbahaya, bagaimanapun caranya meminta, tetap saja Mama harus tegas menolaknya. Tegas tak berarti galak lho Ma, artinya kita perlu mengatur emosi kita agar dapat tetap tegas dengan hati dingin.

      Dengan Mama memberikan tantangan, misalnya anak harus bicara manis dulu, atau anak harus menabung dulu sebelum membeli sesuatu yang diinginkan, sebetulnya Mama sedang berusaha membuat si kecil lebih bahagia lho. Apalagi kalau setelah si kecil berhasil melewati tantangan lalu Mama memujinya. Tentu ia jadi jauh lebih bahagia, karena lebih percaya diri, tahu bahwa dirinya akan mampu melewati tantangan. Penelitian membuktikan bahwa anak yang bahagia bukanlah yang terus dimanja, namun yang mendapatkan tantangan dan aturan, dan mendapatkan pujian setelah dapat melewatinya.

      Selamat membuat si kecil semakin bahagia, Ma!

       

      Salam, @AnnaSurtiNina

    • Live Chat sudah selesai.

  • rika sinuhaji
    rika sinuhaji
    Siang mama...
    Anak saya usia 1 tahun 9 bln klo permintaannya tidak di penuhi selalu pukul kepala sendiri,nangis tanpa henti dan terkadang sampai muntah klo saya tdk mau menurutinya.apa itu sifat ny manja atau keras kepala ya ???
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Selamat siang Mama Rika,

      Anak 1.5 tahun memang sudah muncul usahanya untuk mandiri, antara lain dengan memunculkan banyak permintaan dan banyak keinginan. Kalau keinginan tak dipenuhi, ia bingung dan frustrasi. Tak berarti semua keinginannya harus dipenuhi lho Ma. Coba cek cara-caranya di http://chirpstory.com/li/11032

       

      Mama perlu menelaah lagi, mana sih kemauan si kecil yang memang penting untuknya, dan mana yang sebetulnya kurang penting atau bahkan sebaiknya tak dipenuhi. Yang sebaiknya tak dipenuhi contohnya adalah keinginan yang sebetulnya membahayakan dirinya, misalnya si kecil bersikeras ingin memegang api kompor; atau keinginan yang sebetulnya boros semata atau betul-betul melanggar aturan.

       

      Pada kemauan yang memang penting untuknya, tak berarti langsung diberi lho. Anak boleh diberi tantangan dulu, baru kemudian diberikan apa yang diinginkan. Contoh, anak harus meminta secara sopan dulu baru kita beri mainan yang ia minta, sekalian ia belajar bicara nih Ma. Contoh lain, anak menabung dulu sebelum membeli barang yang ia inginkan. Jika anak hanya protes atau mengamuk saja, belum boleh diberi, karena ia belum belajar untuk minta secara sopan. Pada kemauan yang kurang penting, Mama boleh menegosiasi agar tak harus dipenuhi. Sementara pada yang sebaiknya tak dipenuhi, apapun yang anak lakukan, mau marah protes seperti apapun, ya tak akan diberikan. Dengan menelaah dan mengatur pemberian kemauan anak, maka sebetulnya Mama juga sedang meningkatkan kemungkinan anak jadi lebih bahagia kelak. Selamat mencoba, Ma!

       

      Salam, @AnnaSurtiNina

    • Live Chat sudah selesai.

  • sri lestari
    sri lestari
    Slamat siang bu nani,sbagai ortu kita ingin anak bahagia,bagaimana tips mengasuh anak agar bahagia,apakah dengan menuruti keinginannya,dan juga apa ciri bahwa anak kita bahagia
    Trima kasih
    Percakapan
    • Live Chat sudah selesai.

  • sri lestari
    sri lestari
    Slamat siang bu nani,sbagai ortu kita ingin anak bahagia,bagaimana tips mengasuh anak agar bahagia,apakah dengan menuruti keinginannya,dan juga apa ciri bahwa anak kita bahagia
    Trima kasih
    Percakapan
    • Mama Care Lactamil
      Mama Care Lactamil

      Mama Sri, untuk Live Chat ini hanya dipersilakan untuk 1x pertanyaan saya, Mama. :)

    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Selamat siang Mama Sri,

      Semakin kita bahagia dengan diri sendiri dan dengan pernikahan kita, kita cenderung menjadikan si kecil semakin bahagia lho. Kalau saat ini Mama merasa sudah bahagia, Mama tak perlu terlalu khawatir dengan kebahagiaan si kecil. Namun kalau rasanya masih belum, Mama perlu segera mencari solusi untuk berbagai permasalahan Mama.

      Mengenai menuruti keinginan anak, dalam jangka pendek seakan membuat si kecil lebih bahagia, namun dalam jangka panjang cenderung membuat kurang bahagia. Penjelasannya bisa Mama baca pada jawaban untuk pertanyaan lain, boleh ya Ma :D.

      Ciri anak bahagia antara lain banyak tertawa, terlihat dekat dengan mama dan papa tapi tak berlebihan dekatnya, bisa mandiri, berani mencoba, terlihat terus ingin tahu,  lincah gerakannya, bernafsu makan, istirahat cukup, dan sehat. Kalau sudah terpenuhi semua, tenang Ma, percaya saja bahwa ia bahagia. Namun kalau ada yang belum terpenuhi, ayo coba bantu si kecil supaya bisa memenuhi hal-hal yang saya sebutkan tadi.

      Selamat membuat si kecil semakin bahagia, Ma!

       

      Salam, @AnnaSurtiNina

    • Live Chat sudah selesai.

  • Siti Oki Novia
    Siti Oki Novia
    Selamat siang ibu, saya mempunyai dua anak,anak pertama usia 5 tahun dan anak kedua usia 22 bulan, yang ingin saya tanyakan apakah sikap cemburu kakak kepada adiknya juga mempengaruhi kebahagiaan si kakak? Saya sudah berusaha bersikap adil dan selalu memberikan pengertian pada kakak bahwa adiknya masih kecil kalau mau apa-apa masih harus dibantu, sedangkan kakak sudah bisa sendiri. Tapi akhir-akhir ini si kakak jadi lebih sensitif dan gampang menangis dan tidak mau mengalah sama adiknya. Apakah jika dibiarkan akan berdampak yang tidak bagus bagi pertumbuhannya? Lalu adakah tips supaya anak-anak saya selalu tumbuh bahagia?
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Selamat siang juga Mama Oki.

      Ma, saya mesti mengingatkan nih, bahwa yang namanya adil itu bukanlah melakukan sesuatu sama persis buat keduanya, namun memperlakukan anak sesuai kebutuhannya masing-masing. Betul bahwa si adik masih perlu dibantu, namun kakakpun juga perlu dibantu lho. Berat sekali hidupnya kalau ia harus terus memaksa diri mandiri sembari merasa iri terhadap bantuan yang diberikan untuk adik. Justru hal inilah yang membuat si kakak semakin cemburu terhadap adiknya.

      Coba deh sesekali miliki waktu berdua saja dengan kakak, sementara adik bisa bersama papa atau pengasuh lain. Pada saat berduaan dengan kakak, biarkan kakak sepuas-puasnya bermain dengan Mama. Mama boleh membantu apapun, dan meyakinkan kakak bahwa saat itu mama hanya untuk kakak seorang. Kakak tentu akan senang sekali punya waktu spesial dengan Mama. Pada akhirnya ia lebih dapat mengerti bahwa adiknya juga mendapat perilaku spesial lain, karena iapun telah terpenuhi kebutuhannya untuk diperhatikan sepenuhnya oleh Mama. Sesekali, lakukan hal yang sama untuk adik. Berdua saja dengan mama, sementara kakak dengan papa atau pengasuh lain.

      Selamat mencoba ya, Ma!

       

      Salam, @AnnaSurtiNina

    • Live Chat sudah selesai.

  • Erna Septi
    Erna Septi
    Selamat siang dok.... bagaimana pengaruh pertumbuhan untuk anak usia 2 th dan punya kekurangan gangguan pendengaran dari pagi sampai sore sudah hrs sekolah di sekolah khusus. apakah nantinya dia bisa tumbuh bahagia karena sejak dini sdh hrs dipush dengan latihan dan pelajaran di sekolahnya? bagaimana tips nya supaya bisa mengasuh dengan baik dan benar anak yg berkebutuhan khusus. Trm ksh
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Selamat siang Mama Penina, saya psikolog nih bukan dokter, hehehe.

      Kebahagiaan tak selalu tergantung pada kondisi tubuh lho, tapi seringkali lebih pada bagaimana kita memaknai kondisi kita. Semakin banyak kita bersyukur untuk apapun yang kita terima, maka kita cenderung semakin bahagia.

      Saya percaya bahwa niatnya bukan mendesak atau memaksa si kecil untuk berlatih dan belajar kan, namun dalam usaha untuk memperbaiki gangguan pendengarannya. Betul begitu kan. Artinya tinggal bagaimana caranya agar terapi yang dijalankan betul-betul seefisien-efektif mungkin, dengan tentunya tetap sensitif memperhatikan kondisi si kecil. Kalau si kecil memang sedang kelelahan atau sakit, sangat mungkin terapi yang dijalankan perlu dilonggarkan. Sementara jika ia sedang fit, maka terapi bisa dioptimalkan. Tetap perhatikan nutrisi yang diasupnya, juga waktu istirahatnya. Jangan terlalu memaksa.

      Tentunya ini berbeda kalau yang dimaksud adalah sekolah, apalagi jika si kecil terlihat kesulitan di sekolah, kelelahan pula mengikutinya. Stimulasi berlebihan menjadi kurang baik lho. Yang disebut optimal adalah semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan, bukan berlebihan.

      Dalam hal mengasuh, perbanyak tertawa bersama si kecil, perbanyak pula memberikan belaian, kecupan, gendongan, dan jenis sentuhan penuh kasih sayang yang lain. Di sisi lain, orangtua juga perlu membantu si kecil belajar mengikuti aturan, itu dapat dilakukan dengan berbagai teknik disiplin penuh cinta. Ayo Mama dan Papa lebih banyak lagi membaca dan berdiskusi tentang cara-cara pengasuhan si kecil.

      Semoga membuat si kecil semakin bahagia, Ma!

       

      Salam, @AnnaSurtiNina

    • Live Chat sudah selesai.

  • Mei Frida
    Mei Frida
    Siang Mama Anna,
    Mam, putri saya usia 2 thn 9bln, tapi manja sekali sama papanya dan nenek. Kalau neneknya ada dirumah, maka dia ngak mau dengan saya dan papanya. Bahkan saya dan papanya diusirnya, biar tidak diganggu dia sama neneknya, bahkan kadang kala saya ngomong saja sama neneknya ngak boleh. Dan saat ini mam bawaannya, kalau ngak sesuai hatinya nangis dan merajuk. Padahal kita selalu mencoba menjadi teman untuknya. Apakah itu bagian dari dia bahagia atau sedih ya mam? Bagaiman kira-kira tipsnya biar kita bisa membuatnya bahagia dan apa kriteria bahagia itu sendiri untuk balita ya mam? Bagaimana kita menetukannya dia bahagia atau tidak ya mam? Dan faktor apa yang akan dipengaruhi kebahagiannya pada tumbuh kembangnya ya mam?
    Makasi sebelumnya mam buat kesempatan dan penjelasaannya nantinya....
    Salam. ....
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Selamat siang Mama Mei Frida,

      Memang gampang-gampang sulit sih untuk melihat apakah si kecil bahagia atau tidak, kalau dia belum bisa menyatakan secara gamblang apakah dia bahagia atau tidak. Jauh lebih mudah melihatnya kelak ketika ia sudah lancar bicara dan sudah paham apa arti bahagia, kita bisa bertanya kepadanya.

      Anak 2 tahun memang sedang belajar tentang cara memiliki keinginan sendiri, yang berbeda dari keinginan orangtuanya. Dalam contoh Mama, walaupun Mama ingin bersama si kecil, tapi ia menentukan ingin bersama nenek. Kalau kita terlalu membatasi keinginan si kecil, maka kebahagiaannya akan cenderung berkurang, karena ‘energinya’ habis untuk protes terhadap aturan Mama saja. Oleh karena itu sesekali tentunya Mama dan Papa tetap perlu memberikan kesempatan si kecil berduaan saja dengan nenek.

      Di sisi lain, si kecilpun butuh kok saat-saat bersama dengan orangtuanya. Kalaupun saat ini ia belum menyadari kebutuhan tersebut, tak berarti ia terus tak menyadarinya. Ia justru perlu dibantu untuk menyadari kebutuhan ini. Oleh karena itu, di waktu-waktu lain, walaupun si kecil ingin berduaan dengan nenek, boleh kok membujuknya untuk melepas nenek dulu dan bisa bermain dengan mama saja, atau mama dan papa. Tentu saja pada saat ia ‘terlepas’ dari nenek, mama dan papa perlu membuatnya senang, misalnya dengan memainkan mainan favoritnya ataupun mengenalkan permainan lain yang belum pernah ia mainkan. Pada saat-saat itu, berikan perhatian penuh untuknya, banyaklah tersenyum dan tertawa, bersabarlah kalau ia menangis atau memiliki keinginan berbeda dengan mama dan papa. Jika si kecil menemukan kesenangan juga ketika bermain dengan mama dan papa, tentunya pilihannya akan semakin luas kan, bisa nenek, mama, ataupun papa. Kesempatannya untuk jadi lebih bahagia terbuka lebih lebar, bukan?

      Selamat membuat si kecil lebih bahagia, Ma!

       

      Salam, @AnnaSurtiNina

    • Live Chat sudah selesai.

  • rahmawati
    rahmawati
    Assalamualaikum...
    siang dok, sya mau bertanya dok... tips ap aj sii dok buat anak jadi tumbuh bahagia? apa berpengaruh terhadap tumbuh anak apabila orang tua sering memarahinya???

    terima kasih..

    wassalamualaikum
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Assalamualaikum Mama Rahma, saya psikolog nih, bukan dokter J

      Banyak penelitian yang menyebutkan bahwa kemarahan orangtua memang dapat berpengaruh terhadap kebahagiaan si kecil. Kalau orangtua terus-menerus marah, bahkan pada hal kecil sekalipun, dan kemarahannya meledak terlalu besar, apalagi sampai melakukan kekerasan terhadap si kecil, maka tentunya kebahagiaan si kecil cenderung menurun. Jangan dikira bahwa kalau tak pernah memarahi malah si kecil lebih bahagia, tidak juga lho. Kalau si kecil tak pernah dimarahi, padahal ia sudah melakukan kesalahan dan ia tahu ia salah, si kecil justru merasa tak diperhatikan dan dibohongi. Akhirnya justru merasa tak bahagia deh.

      Jadi mesti gimana? Boleh kok merasa marah kepada si kecil, namun aturlah ekspresi marah Mama, jangan sampai merugikan si kecil. Pada hal-hal kecil, cobalah lebih bertoleransi, jangan terlalu mudah marah. Pada hal-hal yang memang perlu ditegur, misalnya karena tak mengikuti aturan, tentu saja Mama perlu menegurnya. Namun tak perlulah menegur sampai melotot, berkacak pinggang, sambil berteriak-teriak. Tegurlah dengan suara lembut namun tegas, dan tunjukkan wajah tak suka. Setelah selesai menegur dan masalah selesai, kembalikan raut muka Mama jadi raut muka santai dan bahagia kembali.

      Selamat menjadikan si kecil lebih bahagia ya Ma!

       

      Salam, @AnnaSurtiNina

    • Live Chat sudah selesai.

  • susi susilawati
    susi susilawati
    Apakah Kebahagiaan si kecil bisa berkurang klo seandaianya di usia si kecil yang baru menginjak 5 tahun jalan sudah sekolah TK B, dan mau keluar dan melanjutkan ke Sekolah dasar, tapi dengan kesadarannya dia sendiri, apakah masa kecilnya kurang bahagia, dan bagaimana pengaruhnya,,,,, tapi anak saya senang menjalankannya dan tidak ada paksaan dari kami orang Tuanya. Terima kasih, Mohon sarannya ya Mom
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Hai Mama Sieavicenna,

      Terus terang sayapun tak tahu jawabannya. Itu sangat tergantung dari kondisi si kecil, kondisi orangtua dan lingkungan sosialnya, juga kondisi sekolah nantinya. Bisa saja justru itu yang menjadi sumber kebahagiaannya, tapi tak menutup kemungkinan itu yang menjadi sumber stresnya. Apakah kalau stres jadi tak bahagia? Tergantung, apakah itu distres (stres negatif) atau eustres (stres positif). Jika ia bisa mengarahkan diri ke eustres, justru ia tertantang untuk lebih bahagia.

      Di luar masalah bahagia atau tidak, coba dicermati lagi apakah memang ia perlu ke sekolah dasar tahun ini atau bisa ditunda. Ini akan tergantung kematangan kognitif alias kemampuan berpikir, juga kematangan emosi dan sosialnya. Ini semua kita sebut sebagai kematangan sekolah. Jika si kecil memang kematangannya melebihi usianya, maka ia punya kesempatan besar untuk sukses di sekolah sejak tahun ini, dan tentunya jadi lebih bahagia. Namun kalau sebetulnya kematangan sekolahnya belum tercapai, maka akan menjadi sumber stres yang besar, menjadi distres. Akan jauh lebih baik kalau Mama membawa si kecil untuk diperiksakan kematangan sekolahnya kepada psikolog anak. Selamat mencoba, Ma!

       

      Salam, @AnnaSurtiNina

    • Live Chat sudah selesai.