Search logo Menu logo

Live Chat Bersama Ahli

Anna Surti Ariani

Tips dan Manfaat si Kecil Tumbuh Bahagia

Anna Surti Ariani Ahli Psikologi Anak
Live Chat

Hai Mama, Live Chat kali ini sudah ditutup ya. Terima kasih bagi Mama yang sudah berpartisipasi. Bagi Mama yang pertanyaannya belum dijawab harap ditunggu, akan segera dijawab oleh Anna Surti Ariani. Ditunggu juga pengumuman 10 pemenang yang akan mendapatkan paket eksklusif dari Lactamil.

Sejarah Live Chat Member Lainnya
  • Mama Care Lactamil
    Mama Care Lactamil

    Selamat siang, Mama.

    Live Chat mengenai Tips dan Manfaat si Kecil Tumbuh Bahagia sudah dimulai. Mama Mama Anna Surti Ariani, S.Psi, M.Si, Psi siap menjawab pertanyaan Mama.

    Percakapan
    • Live Chat sudah selesai.

  • Winarni
    Winarni
    Sikecil tumbuh bahagia, itu yang setiap orang tua inginkan. Tetapi terkadang hidup itu tak semulus yang diinginkan begitupula pada sikecil, seperti saat merasakan kesedihan saat hewan kesayangannya mati, Saya hanya bisa memberi nasihat kepada sikecil dan memberikan semangat kepada sikecil. Apakah tindakan yang saya sudah tepat? Apakah benar kebahagiaan sikecil tidak terlepas dari kebahagiaan orang tuanya, jadi sebisa mungkin orang tua bila sedang sedih tidak menunjukkannya dihadapan sikecil, apakah seperti itu yang di lakukan? Terima kasih
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Hai Mama Wina,

      Betul sekali hidup tak akan pernah mulus, selalu ada tantangan yang ketika dilewati membuat kita lebih bahagia. Betul kok yang sudah Mama lakukan, memberikan semangat dan menasehati si kecil ketika binatang kesayangannya mati. Justru tidak tepat kalau Mama berusaha membohongi si kecil dengan membelikan binatang yang mirip lalu mengatakan bahwa binatang itu sama saja. Bagaimanapun si kecil perlu dibantu untuk menghadapi realitas dunia yang tak selalu menyenangkan.

      Betul juga bahwa kebahagiaan si kecil sedikit banyak tergantung kebahagiaan orangtua. Orangtua yang bahagia dengan dirinya dan pernikahannya akan cenderung memperlakukan anak-anaknya dengan jauh lebih baik dan pada akhirnya menjadi lebih bahagia. Walaupun demikian, kelak si kecil akan menjadi individu yang mandiri, artinya ia bisa memilih menjadi orang yang lebih bahagia atau tak bahagia dibandingkan orangtuanya.

      Jika Mama mengalami sedikit kesedihan, boleh kok menutupinya dari si kecil. Namun jika kesedihannya begitu nyata dan besar, misalnya karena ada orang terkasih yang meninggal dunia, justru tak bijak kalau Mama menutupi kesedihan tersebut. Si kecil tetap perlu tahu realitas hidupnya, iapun perlu mengenali bahwa mamanya adalah manusia juga, yang bisa memiliki beragam emosi. Yang penting dilakukan adalah menunjukkan bahwa setelah peristiwa menyedihkan, Mama dapat segera mengatasi kesedihan dan kembali bangkit menjadi orang yang bahagia. Di sinilah pelajaran hidup kebahagiaan yang paling penting buat si kecil.

      Selamat menjadikan si kecil lebih bahagia, Ma!

       

      Salam, @AnnaSurtiNina

    • Live Chat sudah selesai.

  • rizqiana
    rizqiana
    siang mama anna..
    Apakah akan memicu tumbuh bahagia klo kt slalu mnuruti kemauan si kecil??
    Trmksh sblm'y ma..
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Selamat siang juga Mama Rizqi.

      Terus terang kalau kita terus menuruti kemauan si kecil, maka ia jadi tak tahu bahwa di dunia ini banyak aturan dan banyak batasan. Kita kurang melatihnya untuk menghadapi tantangan hidup. Kelak ketika dewasa, karena kurang terlatih, ia lebih rentan mengalami banyak kegagalan dalam hidupnya. Jadi kurang bahagia deh. Kasihan kan. Oleh karena itu Mama perlu menelaah lagi, mana sih kemauan si kecil yang memang penting untuknya, dan mana yang sebetulnya kurang penting atau bahkan sebaiknya tak dipenuhi. Yang sebaiknya tak dipenuhi contohnya adalah keinginan yang sebetulnya membahayakan dirinya, misalnya si kecil bersikeras ingin memegang api kompor; atau keinginan yang sebetulnya boros semata atau betul-betul melanggar aturan.

       

      Pada kemauan yang memang penting untuknya, tak berarti langsung diberi lho. Anak boleh diberi tantangan dulu, baru kemudian diberikan apa yang diinginkan. Contoh, anak harus meminta secara sopan dulu baru kita beri mainan yang ia minta. Contoh lain, anak menabung dulu sebelum membeli barang yang ia inginkan. Jika anak hanya protes atau mengamuk saja, belum boleh diberi, karena ia belum belajar untuk minta secara sopan. Pada kemauan yang kurang penting, Mama boleh menegosiasi agar tak harus dipenuhi. Sementara pada yang sebaiknya tak dipenuhi, apapun yang anak lakukan, mau marah protes seperti apapun, ya tak akan diberikan. Dengan menelaah dan mengatur pemberian kemauan anak, maka sebetulnya Mama juga sedang meningkatkan kemungkinan anak jadi lebih bahagia kelak. Selamat mencoba, Ma!

       

      Salam, @AnnaSurtiNina

    • Live Chat sudah selesai.

  • Fora Septia Maryadi
    Fora Septia Maryadi
    siang mama anna saya ibu dengan mempunyai anak 2 yang pertama usia 3tahun dan yg kedua usia baru 2minggu,yang ingin saya tanyakan adalah bagaimana cara untuk mendidik dan membesarkan anak agar dapat tumbuh bahagia? walau keadaan orangtuanya tidak memiliki penghasilan yg besar.apakah tumbuh bahagia itu bisa didapatkan bukan hanya dalam Materi saja.mohon jawabannya dan sebelumnya terima kasih.
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Hai Mama Fora,

      Betul sekali, materi hanya menyumbangkan sedikit saja untuk kebahagiaan si kecil. Sumbangan terbesar adalah dari kehangatan interaksi dalam keluarga. Jika keluarga banyak tertawa tulus bersama, saling memperhatikan, saling mengawasi secara positif, saling menegur ketika ada yang berbuat salah, dan banyak berkomunikasi dari hati ke hati, tentunya si kecil akan jauh lebih bahagia. Jangan lupa berikan banyak senyuman, belaian, pelukan, gendongan, dan pujian buat si kecil, agar si kecil tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan lebih bahagia lagi. Bagian yang saya tulis barusan tak butuh materi kan? Supaya lebih optimal lagi, Mama perlu mengasuh si kecil lewat cara-cara yang disarankan para ahli. Oleh karena itu penting sekali banyak membaca dan berdiskusi tentang cara pengasuhan si kecil. Selamat membuat si kecil semakin bahagia, Ma!

       

      Salam, @AnnaSurtiNina

    • Live Chat sudah selesai.

  • rina anggraeni
    rina anggraeni
    Mama anna apakah dengan cara memanjakan sang buah hati akan memacu sang anak akan tumbuh bahagia???
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Hai Mama Rina Anggraeni,

      Terus terang memanjakan anak seakan membuat anak bahagia, dalam jangka pendek. Namun dalam jangka panjang, anak cenderung lebih tak bahagia, dibandingkan mereka yang diasuh dengan pola asuh yang tepat, yaitu pola asuh moderat atau autoritatif. Mengapa? Karena memanjakan anak membuat anak jadi individu yang tergantung pada orangtuanya, maunya menang sendiri dan semau-maunya, kesulitan mengikuti aturan, berdaya juang rendah sehingga mudah menyerah, dan beberapa pengaruh negatif lain. Anak-anak semacam ini ketika dewasa cenderung kalah dalam persaingan dengan orang dewasa lain, atau bertindak dalam cara yang tidak disukai oleh banyak orang sehingga banyak dimusuhi. Jadi kurang bahagia kan? Lalu gimana membahagiakan anak? Orangtua bisa mulai dari mengubah pola asuh menjadi pola asuh yang tepat. Ayo banyak membaca dan banyak berdiskusi tentang pola asuh yang tepat, demi membuat si kecil jadi lebih bahagia. 

       

      Salam, @AnnaSurtiNina

    • Live Chat sudah selesai.

  • sartika
    sartika
    Bagaimana cara sederhana agar membuat si kecil jadi pribadi yang bahagia?
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Hai Mama Ika,

      Pada dasarnya, kalau mama dan papa adalah individu yang bahagia dengan dirinya dan pernikahannya, maka si kecil cenderung menjadi pribadi yang bahagia. Mengapa bisa? Karena mereka yang berbahagia cenderung menarik orang di sekitarnya menjadi bahagia lewat perilaku maupun gerak-geriknya. Contohnya, mereka yang bahagia cenderung lebih banyak tersenyum, dan senyum ini ‘menular’ kepada mereka di sekitarnya. Sementara itu mereka yang tak bahagia cenderung lebih banyak mengeluh dan tanpa disadari menularkan ketidakbahagiaannya terhadap sekelilingnya, termasuk kepada anak-anaknya, lewat kemarahan atau kemurungannya. Jadi bagaimana membuat si kecil lebih bahagia? Tentunya dengan mencoba membuat diri kita bahagia dulu. Jika saat ini masih ada masalah-masalah pribadi ataupun masalah perkawinan, segeralah mencari jalan keluarnya sampai tuntas. Semoga menjadikan si kecil dan seluruh keluarga semakin bahagia ya, Ma!

       

      Salam, @AnnaSurtiNina

    • Live Chat sudah selesai.